Gus Ipul: 1.900 Pegawai Kemensos Terindikasi Terlibat Judi Online

Kemensos menilai pegawai yang terlibat judol tersebut menjadi masalah serius yang tidak hanya berpotensi mengancam kedisiplinan pegawai.

oleh Tim BisnisDiterbitkan 11 Agustus 2026, 16:30 WIB
Mensos Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. (Liputan6/Delvira Hutabarat)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengungkapkan setidaknya dalam medio 2024-2025 dilaporkan ada sebanyak 1.900 oknum pegawai kementerian sosial (Kemensos) terindikasi terlibat transaksi judi online (judol). Nilai transaksi keluar judol ini mencapai Rp 8,6 miliar.

Data tersebut merupakan laporan yang didapat dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Ini dia ungkapkan  saat memberikan arahan kepada para pegawai di Gedung Aneka Bakti Kemensos, Jakarta, Selasa, (11/8/2026).

"Masih ada di sekitar teman-teman yang belum disiplin, ada yang masih main judi online, data ini kelihatan banget namanya siapa, mainnya berapa, bahkan ada yang main pada saat jam kantor," kata dia melansir Antara. 

Adapun komposisi oknum pegawai tersebut terdiri atas 1.800 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), 42 PNS/Aparatur Sipil Negara (ASN), serta selebihnya PPPK paruh waktu.

"Sebanyak 97,9 persen dari kelompok PPPK tersebut dipaparkan merupakan pegawai yang baru diangkat pada tahun 2025 dari eks tenaga non-ASN, sehingga temuan ini menjadi evaluasi terhadap saringan integritas pada proses pengangkatan pegawai," kata dia. 

Dia pun menegaskan pembenahan kedisiplinan internal seluruh jajarannya, termasuk menskrining oknum pegawai kementerian itu yang terindikasi terlibat praktik judol.

Kemensos menilai peristiwa tersebut menjadi masalah serius yang tidak hanya berpotensi mengancam kedisiplinan pegawai, tetapi juga integritas - mental pelayanan sehingga harus ditindaklanjuti.  

Untuk itu, Saifullah juga memastikan bahwa Inspektorat Jenderal Kementerian Sosial akan memverifikasi data tersebut, bahkan tidak mungkin memanggil oknum pegawai bersangkutan guna menentukan langkah pembinaan.   

"Paling tidak ini bisa jadi cermin buat kita. Kita punya tugas memberikan perlindungan, jaminan, rehabilitasi, dan pemberdayaan sosial sesuai arahan Bapak Presiden, maka kita sendiri harus disiplin," kata dia di hadapan ratusan pegawai dengan muka mimik tersenyum tapi suara yang menekan.  

Penyimpangan Anggaran

Ilustrasi main judol, judi online. (image by Freepik)

Di samping penanganan itu, Mensos pun mengajak seluruh jajaran Kemensos untuk tidak melakukan penyimpangan anggaran dan memperkuat komitmen antikorupsi dalam menjalankan tugas pelayanan sosial masyarakat.  

Dia mengakui, dirinya mengantongi banyak informasi terkait pelanggaran kedisiplinan dari tingkat ringan- berat dari seluruh unit kerja Kementerian Sosial di seluruh Indonesia.  

"Saya nanti juga akan dikoreksi oleh penerus saya dengan Pak Wamen. Untuk itu Bapak-Ibu sekalian, waktu saya yang lima tahun ini saya ingin bersama teman-teman sekalian ini gandeng tangan bikin prestasi. Lalu naikkan tunjangan kinerja, kita naikkan!. Tukin itu halal itu, halal itu! Hidup Tukin! Hidup Tukin!," seru Mensos disambut sorak bersorak sangat meriah diiringi suara drum panjang.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya