Liputan6.com, Jakarta - Sampah plastik yang selama ini dianggap limbah disulap warga Kelurahan Paseban, Jakarta Pusat, menjadi berbagai kerajinan bernilai guna. Mulai dari tikar, tas, tempat tisu hingga boneka dan bunga plastik dibuat dari kemasan bekas yang dikumpulkan warga.
Upaya tersebut kini didorong Kelurahan Paseban melalui pemberdayaan masyarakat. Selain mengurangi sampah dari sumbernya, kerajinan berbahan limbah plastik diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi warga.
Advertisement
Lurah Paseban Citra Arum Purdiarini mengatakan pihaknya akan membuat platform untuk menampung sekaligus memasarkan produk kerajinan hasil daur ulang sampah yang dibuat warga.
“Kami akan membuat platform untuk menampung produk kerajinan tangan dari daur ulang sampah untuk dipasarkan kepada masyarakat. Jadi, selain mengurangi sampah, bisa memberikan penghasilan tambahan,” ucap Citra dalam di Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Citra menyebut sejumlah warga Paseban telah lebih dulu mengolah sampah plastik menjadi beragam produk. Kerajinan tersebut antara lain tikar, taplak meja, tempat tisu, boneka hingga bunga plastik.
Menurut dia, kegiatan tersebut menunjukkan keterlibatan warga dalam mengolah sampah sejak dari sumbernya sehingga limbah yang semula tidak bernilai dapat kembali dimanfaatkan.
“Kami mendukung segala macam kerajinan yang menggunakan bahan dasar sampah karena ikut mengurangi dan mengolah sampah,” ucapnya, melansir Antara.
Untuk memperluas gerakan tersebut, pihak kelurahan akan mendata warga yang memiliki keterampilan mengolah sampah. Mereka nantinya akan didorong sekaligus difasilitasi dalam pengembangan dan pemasaran produk kerajinannya.
Citra mengatakan langkah tersebut sejalan dengan upaya pemerintah membangun kebiasaan masyarakat untuk memilah dan mengolah sampah sebelum dibuang.
Dia berharap semakin banyak warga Paseban terlibat sehingga pengurangan sampah dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dari Bungkus Kopi Jadi Tikar dan Tas
Salah satu warga yang aktif memanfaatkan sampah plastik adalah Fariyah (67). Warga Paseban itu telah mengolah limbah plastik kemasan kopi dan minuman saset menjadi berbagai produk kerajinan selama beberapa tahun.
Fariyah mengaku aktivitas tersebut awalnya dilakukan untuk mengisi waktu luang. Bahan bakunya berasal dari kemasan bekas makanan dan minuman yang dikumpulkan dari usaha jualan anaknya.
“Sampah plastik bekas bungkus kopi dan minuman sachet dikumpulkan dari anak yang sehari-hari berjualan makanan dan minuman,” ucapnya.
Kemasan bekas tersebut kemudian dibersihkan sebelum diolah menjadi berbagai kerajinan. Fariyah membuat tikar, keranjang, tas, tempat tisu hingga sarung tangan galon air mineral.
Untuk membuat tikar, kemasan plastik terlebih dahulu dibersihkan, kemudian dianyam satu per satu. Proses tersebut membutuhkan waktu sekitar satu hari untuk menghasilkan satu karya.
Fariyah juga menyatakan siap membagikan keterampilan menganyam sampah plastik kepada ibu-ibu di lingkungan RT 06/RW 08 yang berminat.
“Semoga kerajinan tangan yang dibuat bisa bermanfaat dan memiliki nilai jual untuk menambah penghasilan keluarga,” ucapnya.