Liputan6.com, Canberra - Bob Montgomery, 82 tahun, bersama cucunya, Tom Malcolm, 18 tahun, berhasil menyelesaikan perjalanan bersepeda sejauh hampir 5.300 kilometer melintasi Australia. Perjalanan selama enam minggu itu dilakukan untuk menggalang dana dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit saraf motorik atau Motor Neurone Disease (MND).
Dikutip dari ABC News, Kamis (20/8/2026), Montgomery dan Malcolm memulai perjalanan dari Broome. Keduanya kemudian bersepeda melintasi Australia Barat, Wilayah Utara, pedalaman Queensland hingga New South Wales sebelum tiba di Bowral, tempat tinggal Montgomery.
Advertisement
Kedatangan mereka disambut sorakan warga. Selama perjalanan, keduanya menargetkan penggalangan dana sebesar 500.000 dolar Australia atau sekitar Rp6,29 miliar untuk mendukung penelitian dan meningkatkan kesadaran mengenai MND.
Montgomery memiliki alasan pribadi untuk melakukan perjalanan tersebut. Ia kehilangan seorang sepupu akibat MND ketika dirinya mengikuti kegiatan bersepeda jarak jauh untuk amal pertamanya pada usia 70 tahun.
Menurut Montgomery, perjuangan menempuh perjalanan panjang dengan sepeda membuatnya semakin memahami penderitaan yang dialami pasien MND.
“Kami merasakan penderitaan saat harus melawan angin kencang dan hal-hal semacam itu. Tapi pada akhirnya, kami bisa bersantai dan menikmati segelas minuman. Bagi penderita penyakit ini, tidak ada akhir lain dari penderitaan mereka. Hanya jalan buntu,” ujarnya.
Montgomery dan Malcolm rata-rata menempuh jarak sekitar 160 kilometer setiap hari. Perjalanan tersebut tidak mudah karena sebagian besar rute mereka dihadapkan pada angin kencang dari arah depan.
Montgomery bahkan mengatakan dirinya sempat berpikir untuk menyerah dan memasukkan sepeda mereka ke dalam mobil. Namun, dukungan dari masyarakat dan dana yang terus terkumpul membuat keduanya tetap melanjutkan perjalanan.
“Anginnya berada di depan kami sepanjang waktu dan akan sangat mudah untuk menyerah dan memasukkan sepeda kami ke dalam mobil. Tom dan saya saling berbincang dan kami tahu bahwa kami mendapat dukungan dari orang lain seiring masuknya dana. Itu sangat, sangat membantu,” kata Montgomery.
Pertemuan dengan warga di berbagai daerah yang mereka lewati juga menjadi salah satu sumber motivasi. Montgomery mengatakan menikmati satu atau dua gelas bir bersama warga setempat di setiap pemberhentian membuat perjalanan tersebut terasa lebih berkesan.
Perjalanan itu juga menjadi kesempatan bagi Montgomery untuk kembali ke Broome, tempat yang telah lama ingin ia kunjungi.
“Rasanya seperti mimpi yang sudah lama terpendam untuk kembali ke Broome. Ada begitu banyak kisah dan begitu banyak orang yang kami temui sepanjang perjalanan yang rela menyumbang uang. Sungguh luar biasa,” tuturnya.
Bagi Montgomery, perjalanan tersebut merupakan aksi amal bersepeda untuk MND yang kelima. Kali ini, ia memilih mengajak cucunya untuk menyelesaikan perjalanan ribuan kilometer sekaligus menggalang dukungan bagi penelitian penyakit tersebut.
Penghormatan untuk Pemain AFL dan Aktivis MND
Upaya perjalanan lintas negara ini merupakan ide yang dikeluarkan oleh Montgomery dan direncanakan bertepatan dengan liburan kuliah Malcom.
Malcolm menyebutkan bahwa butuh berbulan-bulan untuk mereka mencapai kesepakatan itu. Ia juga berkata kalau ia sangat mengagumi sang kakek. “Dialah pendorong utamaku untuk mengikuti perjalanan ini.”
MND adalah sekelompok gangguan saraf langka dan progresif yang merusak sel-sel yang mengendalikan otot sadar. Sehingga menyebabkan kelemahan otot, hilangnya fungsi fisik, dan berkurangnya harapan hidup.
Keduanya memberikan penghormatan kepada pemain bola AFL dan aktivis MND, Neale Daniher, yang meninggal dunia tak lama sebelum perjalanan mereka, serta mantan pemain South Sydney Rabbitohs, Jai Arrow.
“Neil Daniher adalah pahlawanku sebab ia selalu bersedia berinteraksi dengan masyarakat selama ini, sungguh luar biasa. Kini, tentu saja, Jai pun menghadapi perjuangan yang sama,” kenang Montgomery. “Sangat penting dalam memerangi penyakit ini untuk memilih dukungan dari seluruh komunitas.
Donasi dan pesan dukungan terus berdatangan dari Australia serta negara-negara seperti Inggris, Swiss, dan Selandia baru. Salah satu donatur menulis “Sebagai penderita MND, saya tidak bisa bersepeda, jadi saya sangat menghargai semua yang anda lakukan.”