Kementerian PANRB Buka Dapur Kebijakan untuk 74 Peserta Magang Nasional

MenPANRB ingatkan pembuat kebijakan tak boleh asal kerja berdasar viralitas, tapi wajib berbasis data dan kebutuhan warga.

oleh Idris Rusadi PutraDiterbitkan 11 Agustus 2026, 15:15 WIB
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini (Dok Kementerian PANRB)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) resmi menerima 74 peserta magang nasional hasil seleksi ketat. Selama enam bulan ke depan, para talenta muda ini akan belajar langsung dari dapur kebijakan birokrasi nasional, melihat dari dekat bagaimana sebuah aturan dirancang, dikoordinasikan, hingga diputuskan demi melayani masyarakat.

Menteri PANRB, Rini Widyantini menegaskan bahwa peran para peserta bukan sekadar mengisi pengalaman kerja formalitas, melainkan menjadi bagian penting dalam pembangunan tata kelola pemerintahan.

"Jangan berpikir 'ini hanya pekerjaan internship', tetapi 'saya sedang belajar menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar, membangun cita-cita negara'," tegas Menteri Rini saat menyambut para peserta di Kantor Kementerian PANRB, dikutip dari laman resmi kementerian, Selasa (11/8/2026).

Program pemagangan ini menyedot animo luar biasa. Dari total 505 pelamar yang mendaftar, sebanyak 156 peserta lolos ke tahap wawancara, hingga akhirnya tersaring 74 peserta terbaik melalui proses seleksi kompetitif berbasis merit.

Para peserta terpilih membawa latar belakang pendidikan dan keahlian beragam dengan kesempatan yang setara untuk menunjukkan performa terbaik mereka.

Menurut Rini, program magang di Kementerian PANRB menawarkan sudut pandang langka yang tidak bisa didapatkan di tempat lain, yakni memahami secara langsung cara kerja negara dari pusat reformasi birokrasi.

"Tetapi ini adalah kesempatan untuk melihat bagaimana negara bekerja. Kenapa? Karena Kementerian PANRB itu fokusnya bicara tentang birokrasi pemerintahan," ujar Menteri Rini.

Belajar Mengambil Keputusan Tanpa Lirik 'Viralitas'

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini (Dok KemenpanRB)

Selama masa pemagangan, peserta akan ditandemkan langsung dalam berbagai tugas strategis, seperti perumusan kebijakan publik, analisis data, hukum dan regulasi, pelayanan publik, transformasi digital, hingga komunikasi publik.

Menteri Rini mengingatkan bahwa dalam merumuskan kebijakan, pemerintah tidak bekerja berdasarkan asumsi, apalagi cuma mengejar viralitas di media sosial. Semua keputusan wajib berbasis data akurat yang dianalisis secara mendalam dan dikoordinasikan antarinstansi.

"Karena kantor ini punya tugas memastikan kebijakan-kebijakan di seluruh instansi pemerintah itu citizen-centric. Jadi sesuai dengan kebutuhan masyarakat," jelas Menteri Rini.

Ia pun berharap masa enam bulan ini dimanfaatkan optimal oleh para peserta untuk menggembleng diri menjadi calon penggerak masa depan bangsa.

"Jadi kalian harus bangun kompetensi di sini, bangun karakter, bangun integritas, belajar bekerja sama dengan orang lain. Kemudian belajar bagaimana cara menyelesaikan masalah dan jangan pernah kehilangan rasa ingin tahu," pesan Menteri Rini.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya