Cari Investor KA Trans Kalimantan, Menhub: Rusia dan China Minat, Negara Lain Silakan Masuk

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan pemerintah terbuka bagi negara mana pun untuk berinvestasi di proyek KA Trans Kalimantan.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 10 Agustus 2026, 20:50 WIB
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi di Kantor Kementerian Perhubungan, Senin (30/3/2026). (Foto: Liputan6.com/Gagas YP)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, membuka ruang seluas-luasnya bagi investor asing untuk terlibat dalam pembangunan jalur kereta api (KA) Trans Kalimantan. Saat ini, dua negara besar yakni China dan Rusia telah menyatakan minatnya.

Dudy menjelaskan, Rusia sempat menyatakan minat pada periode sebelumnya, sementara tawaran dari China datang menyusul. Kendati demikian, Menhub enggan membatasi opsi hanya pada kedua negara tersebut.

"Silakan, kita terbuka. Karena memang kita tahu dulu Rusia sudah menyatakan minat, kemudian China juga minat. Kalau ada negara lain yang berminat, kami dengan senang hati dan sangat terbuka," ungkap Dudy di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (10/8/2026).

Ia menerangkan, calon investor nantinya akan duduk bersama pemerintah guna membahas rencana detail pengembangan KA Trans Kalimantan, termasuk merumuskan besaran nilai investasi, penentuan rute (trase), hingga skema kerja sama ke depannya.

Meski ketertarikan investor asing mulai terlihat serta adanya peran PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk Trans Sumatra, Dudy menyebut angka pasti total kebutuhan investasi belum ditentukan.

"Itu harus kita lihat juga berapa panjangnya. Kemudian jenis kereta yang akan digunakan, itu semuanya saling terkait. Penentuan trasenya juga tentu harus dihitung secara detail," bebernya.

Bahas Trase Strategis Bersama Bappenas

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi dalam Peluncuran ETLE Hub di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (10/8/2026). (Liputan6.com/Arief)

Dudy menegaskan bahwa penentuan rute kereta api Trans Kalimantan dan Trans Sumatra akan diselaraskan dengan perencanaan pemerintah melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

"Tentu investor akan menghitung trase-trase mana saja yang secara ekonomis menguntungkan bagi perusahaan mereka. Namun, kita juga sesuaikan dengan trase yang dibahas bersama pihak Bappenas agar dapat menopang perekonomian wilayah di Kalimantan dan Sumatra," ujar Dudy.

Terkait kemungkinan jalur KA Trans Kalimantan akan terhubung langsung ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur, Dudy mengaku belum bisa memastikan. "Nanti kita lihat," sebutnya singkat.

 

Penjajakan Konektivitas Perkeretaapian

Langkah menjajaki investor asing dari China hingga Rusia ini dilakukan untuk memperluas jaringan dan konektivitas perkeretaapian nasional. Pemerintah berharap ada kolaborasi investasi yang solid, baik dari dalam maupun luar negeri.

"Belum ada (pembangunan fisik kereta di Kalimantan). Namun sudah kita jajaki, baik dengan pihak dalam negeri maupun luar negeri, di antaranya China dan Rusia," pungkas Dudy.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya