Destry Damayanti Calon Tunggal Gubernur BI, Simak Reaksi Pasar dan Pengaruh ke Rupiah

Destry Damayanti resmi diusulkan Prabowo sebagai calon tunggal Gubernur BI. Pasar menyambut positif dan rupiah menguat ke 17.755 per dolar AS.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 11 Agustus 2026, 07:00 WIB
Prabowo mengirim nama Destry Damayanti ke DPR sebagai calon Gubernur BI. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto resmi mengirimkan nama Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) kepada DPR RI. Pengajuan tersebut disampaikan melalui Surat Presiden (Surpres) yang telah diterima DPR untuk diproses sesuai ketentuan perundang-undangan.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pemerintah hanya mengajukan satu nama.

“Namanya tunggal, satu nama, yaitu atas nama ibu Destry Damayanti yang beliau sekarang menjadi Penjabat Gubernur BI Sementara,” kata Prasetyo di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (10/8/2026).

Pengajuan Destry dilakukan setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatan Gubernur BI karena alasan kesehatan. Presiden Prabowo telah menerima pengunduran diri tersebut pada Minggu (26/7/2026) dan menunjuk Destry, yang saat ini menjabat Deputi Gubernur Senior BI, sebagai Penjabat Gubernur Sementara BI.

Sinyal pencalonan Destry sebenarnya sudah terlihat sejak akhir Juli 2026. Dalam acara Akad Massal 62.000 KPR Rumah Subsidi dan KUR Perumahan Rp 880 miliar, Prabowo sempat mengoreksi penyebutan jabatan Destry yang disebut sebagai Deputi Gubernur Senior BI.

“Di sini ada yang saya sebut saya kira tadi. Menteri Perumahan salah tadi, bukan, ini apa, ibu Destry adalah sekarang adalah pejabat, pejabat Gubernur (BI) sementara, Pjs ya, singkatannya, jadi pejabat,” ujar Prabowo.

Setelah itu, Prabowo memberi isyarat bahwa Destry berpeluang menjadi Gubernur BI definitif, meski tetap menyerahkan keputusan akhir kepada DPR.

“Kayaknya bagaimana? Oke? Terserah DPR nanti ya,” ucapnya.

 

Pasar Sambut Positif, Rupiah Menguat dan IHSG Terdorong

Prabowo mengirim nama Destry Damayanti ke DPR sebagai calon Gubernur BI. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Pengajuan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur BI langsung mendapat perhatian pelaku pasar keuangan. Sejumlah ekonom dan analis menilai langkah tersebut memberikan sinyal kesinambungan kebijakan moneter dan menjaga stabilitas pasar.

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menilai Destry merupakan salah satu teknokrat moneter dengan pengalaman yang sangat lengkap.

“Kombinasi pengalaman seperti ini sangat penting ketika tantangan bank sentral semakin kompleks,” kata Fakhrul.

Menurut dia, tantangan BI ke depan tidak hanya menjaga inflasi dan suku bunga, tetapi juga menghadapi digitalisasi, kecerdasan buatan (AI), fragmentasi perdagangan global, perubahan rantai pasok, transisi energi, perubahan demografi, hingga ketidakpastian geopolitik.

Reaksi positif juga terlihat di pasar valuta asing. Rupiah ditutup menguat 142 poin atau 0,79 persen menjadi Rp 17.755 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 17.897 per dolar AS.

Pengamat ekonomi dan pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai pencalonan Destry sesuai dengan ekspektasi pasar karena berasal dari internal BI.

Dari pasar modal, Senior Market Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji, juga menilai kabar pencalonan Destry menjadi sentimen positif bagi IHSG.

“Good for market, kompetensi bagus,” kata Nafan kepada Liputan6.com.

 

Siapa Destry Damayanti? Ini Profil dan Rekam Jejaknya

Prabowo mengirim nama Destry Damayanti ke DPR sebagai calon Gubernur BI. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Destry Damayanti lahir di Jakarta pada 1963. Ia menempuh pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia dan melanjutkan studi Master of Science bidang Regional Science di Cornell University, New York, Amerika Serikat.

Karier profesionalnya dimulai sebagai Senior Economic Adviser untuk Duta Besar Inggris di Indonesia pada 2000-2003. Ia kemudian menjadi peneliti dan pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 2005-2006.

Di sektor keuangan, Destry pernah menjabat Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas pada 2005-2011 dan Kepala Ekonom Bank Mandiri pada 2011-2015.

Pengalaman di sektor publik juga cukup panjang. Ia pernah menjadi Ketua Satuan Tugas Ekonomi Kementerian BUMN pada 2014-2015, lalu dipercaya sebagai Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk periode 2015-2019.

Destry resmi menjabat Deputi Gubernur Senior BI berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 74/P Tahun 2019 dan dilantik pada 7 Agustus 2019. Pada 10 Juli 2024, Presiden kembali menetapkannya untuk periode 2024-2029, dan ia kembali mengucapkan sumpah jabatan pada 7 Agustus 2024.

Dengan pengalaman di akademisi, pasar modal, perbankan, LPS, hingga Bank Indonesia, Destry dinilai memiliki rekam jejak yang kuat untuk memimpin bank sentral Indonesia. Apabila disetujui DPR, ia akan menjadi sosok yang melanjutkan kepemimpinan BI setelah era Perry Warjiyo, sekaligus menghadapi tantangan baru stabilitas moneter dan transformasi ekonomi digital Indonesia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya