Liputan6.com, Jakarta - Transisi energi sejatinya bukan fenomena baru dalam perjalanan kehidupan manusia. Dari masa ke masa, sumber energi yang digunakan terus mengalami perubahan. Kayu yang dahulu menjadi sumber energi utama perlahan tergantikan oleh hidrokarbon, minyak mentah, hingga batu bara yang semakin banyak digunakan pada pertengahan abad ke-20 karena berbagai faktor pendorong.
Kini, dunia kembali memasuki fase perubahan melalui renewable energy transition atau transisi energi terbarukan. Berbeda dari peralihan energi pada masa sebelumnya, transisi kali ini membawa urgensi yang lebih besar, yakni menjaga bumi agar tetap layak dihuni generasi mendatang tanpa mengesampingkan kebutuhan kehidupan masyarakat saat ini.
Secara umum, transisi energi merupakan perubahan pola konsumsi masyarakat dari satu bentuk energi yang dominan menuju sumber energi lainnya. Dalam konteks transisi energi terbarukan, pergeseran tersebut mengarah dari penggunaan bahan bakar fosil menuju sumber energi yang lebih bersih dan terbarukan, seperti tenaga surya, angin, air, serta panas bumi.
Advertisement
Publikasi Project Clean, Affordable and Secure Energy (CASE) for Southeast Asia tahun 2023 menyebut, transisi energi dapat dipengaruhi berbagai faktor. Di antaranya komoditas energi, kondisi pasar, situasi geopolitik, hingga dampak penggunaan energi terhadap alam dan lingkungan.
Namun, transisi energi terbarukan tidak berhenti pada upaya mengganti bahan bakar fosil dengan energi bersih. Prosesnya juga perlu mempertimbangkan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan agar perubahan dapat berjalan secara adil, inklusif, sekaligus berkelanjutan.
Dengan pendekatan tersebut, transisi energi diharapkan mampu menekan emisi gas rumah kaca sekaligus membantu melakukan mitigasi perubahan iklim pada masa mendatang, dengan tetap memperhatikan kehidupan sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat saat ini.
BMJ Bangun PLTS 5,5 MWp di Karawang dan Kudus
Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan dalam mendukung transisi menuju energi terbarukan. PLTS dapat menjadi alternatif bagi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) maupun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).
Melalui panel yang tersusun dari sel-sel fotovoltaik, PLTS menangkap sinar matahari untuk kemudian mengubahnya menjadi energi listrik bersih. Energi yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari rumah tangga hingga aktivitas komersial.
Langkah ini turut diterapkan PT Bukit Muria Jaya (BMJ) melalui pembangunan PLTS berkapasitas 5,5 MWp di dua fasilitas produksinya bersama iForte Energi. Pembangunan tersebut menjadi salah satu wujud penerapan transisi energi terbarukan di lingkungan perusahaan.
Sebagai perusahaan yang mempraktikkan prinsip keberlanjutan, BMJ berkomitmen meningkatkan efisiensi energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi konvensional di seluruh lini operasional perusahaan.
ESG Lead BMJ Harris C. A. Titus mengungkapkan, investasi perusahaan pada energi terbarukan juga menjadi bagian dari komitmen untuk menjalankan operasional yang bertanggung jawab terhadap lingkungan. BMJ meyakini investasi energi terbarukan tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga dapat memperkuat daya saing perusahaan dalam menghadapi tantangan industri di masa depan.
Dalam proyek tersebut, iForte Energi berperan sebagai mitra pengembang sekaligus penyedia solusi energi terbarukan. Perusahaan berhasil menginstalasi PLTS Atap berkapasitas 5.048 kWp di fasilitas BMJ Karawang dan 455 kWp di fasilitas Kudus.
Kedua pembangkit tersebut mampu menghasilkan energi listrik sebesar 7.596 kWh per tahun. Pemanfaatannya juga berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon hingga 6.836 ton COâ‚‚, atau setara dengan manfaat lingkungan dari penanaman sekitar 151.918 pohon.
Advertisement
PLTS Tekan Emisi dan Bisa Digunakan hingga 30 Tahun
Selain mendukung transisi menuju energi terbarukan, implementasi PLTS memberikan sejumlah manfaat bagi lingkungan. Salah satu keunggulan utamanya terletak pada proses menghasilkan energi listrik tanpa emisi.
Panel surya bekerja dengan menangkap energi matahari untuk kemudian dikonversi menjadi listrik. Proses tersebut tidak menghasilkan limbah maupun emisi sehingga tidak melepaskan gas rumah kaca yang berkontribusi terhadap pemanasan global.
PLTS juga menjadi sumber energi terbarukan yang relatif tidak membutuhkan banyak perawatan. Infrastruktur yang digunakan terbilang sederhana tanpa memerlukan jaringan pipa yang rumit, tetapi tetap dapat beroperasi dalam jangka panjang.
Secara umum, sistem PLTS memiliki masa pakai operasional sekitar 25 hingga 30 tahun. Dengan karakteristik tersebut, pemanfaatan energi surya dapat menjadi salah satu pilihan untuk mendukung kebutuhan energi sekaligus mendorong upaya pengurangan dampak lingkungan dalam jangka panjang.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357774/original/082781700_1790305729-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-25T100732.986.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5240658/original/010183700_1748927908-Pesawat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357442/original/090884500_1790248073-cek_fakta_pupr.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357195/original/038011000_1790236151-HOAX__23_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357872/original/059339100_1790311375-Depositphotos_250471524_L.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5329103/original/054221400_1756275814-IMG-20250827-WA0004.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3337097/original/098406000_1609328704-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357656/original/068951300_1790272311-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4881567/original/061423100_1719967228-fotor-ai-2024070373734.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3324621/original/092329900_1608026628-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345626/original/030345400_1789043925-Depositphotos_679553294_L.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3029348/original/099783600_1579686479-20200122-Penguatan-Rupiah-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338661/original/077969400_1788337107-kom7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357711/original/088525300_1790299651-fb9bd46b-9437-415d-9375-61a32861e5fa.jpeg)