Abdul El-Sayed Berharap Obama Turun Gunung Dukung Kampanyenya

Partai Demokrat AS berupaya merapatkan barisan setelah primary Michigan memenangkan Abdul El-Sayed dengan selisih suara sangat tipis, yakni sekitar 1 persen.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 10 Agustus 2026, 18:43 WIB
Kandidat Partai Demokrat untuk Senat AS, Abdul El-Sayed, berpidato dalam kampanye pembuka menjelang pemilu di Renaissance High School, Detroit, Michigan, Jumat (7/8/2026). (AP Photo/Paul Sancya)

Liputan6.com, Washington, DC - Abdul El-Sayed, calon senator dari Partai Demokrat di Michigan, mengonfirmasi pada Minggu (9/8/2026) bahwa ia telah berbicara dengan Barack Obama setelah memenangi pemilihan pendahuluan (primary election) pekan lalu. Ia berharap mantan presiden Amerika Serikat (AS) itu bersedia turun berkampanye bersamanya pada musim gugur mendatang.

"Percakapan kami sangat hangat dan menginspirasi," kata El-Sayed kepada program 'Meet the Press' NBC News mengenai pembicaraannya dengan Obama.

"Saya sangat berterima kasih atas nasihatnya," lanjut El-Sayed. "Percakapan itu sangat hangat dan terbuka. Saya tahu dia memahami betapa pentingnya Michigan dalam upaya meminta pertanggungjawaban (Presiden Donald) Trump, merebut kembali Senat, dan membangun masa depan yang kita butuhkan."

Ketika ditanya moderator 'Meet the Press' Kristen Welker apakah Obama berencana ikut berkampanye bersamanya pada musim gugur ini, El-Sayed menjawab, "Saya sangat berharap demikian."

El-Sayed menang tipis atas anggota DPR AS Haley Stevens dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat untuk kursi Senat dari Michigan pada Selasa (4/8/2026). Kemenangan itu kembali memicu perdebatan di tingkat nasional mengenai arah masa depan Partai Demokrat.

El-Sayed, yang pernah memimpin dinas kesehatan daerah, memenangi pemilihan tersebut dengan dukungan sejumlah tokoh progresif nasional, termasuk Senator Bernie Sanders dari Vermont, anggota DPR Alexandria Ocasio-Cortez dari New York, dan anggota DPR Ro Khanna dari California.

Pada Minggu, El-Sayed menepis keraguan mengenai besarnya dukungan yang ia miliki di Michigan. Meski meraih suara terbanyak dan memenangkan pemilihan pendahuluan, El-Sayed tidak memperoleh dukungan mayoritas pemilih. Jika suara yang diperoleh Haley Stevens dan Mallory McMorrow digabungkan, jumlahnya lebih banyak daripada suara El-Sayed. McMorrow sendiri telah menghentikan kampanyenya pada Juli.

"Jumlah pemilih Demokrat dalam pemilihan itu 500.000 lebih banyak dibandingkan pemilih Republik," tutur El-Sayed kepada Welker. "Jika hal yang sama terjadi (pada November), kami akan menang telak."

"Saya tahu kami baru saja melalui pemilihan pendahuluan yang sangat ketat," lanjutnya. "Banyak persoalan diperdebatkan dan berbagai perbedaan di antara kami disoroti. Namun, saya ingin mengatakan satu hal: kami semua sepakat bahwa perbedaan di antara kami jauh lebih kecil dibandingkan hal-hal yang kami sepakati. Dan kami sepakat bahwa Donald Trump merupakan ancaman bagi keberlangsungan demokrasi kita."

Disorot Karena Hubungannya dengan Hasan Piker

Abdul El-Sayed, politikus progresif yang memenangi pemilihan pendahuluan Partai Demokrat untuk kursi Senat AS dari Michigan, saat berada di Majestic Theatre, Detroit, Rabu (5/8/2026). (Dok. AP Photo/Julia Demaree Nikhinson)

El-Sayed turut mendapat sorotan karena kedekatannya dan keterlibatannya dalam sejumlah kegiatan kampanye bersama figur media progresif, termasuk streamer Twitch Hasan Piker.

Piker sebelumnya pernah mengatakan dalam sebuah siaran langsung bahwa "AS pantas mengalami 9/11". Ia kemudian meminta maaf atas pernyataan tersebut.

Pada Minggu, El-Sayed menyebut komentar Piker mengenai serangan 11 September itu "bodoh" dan menilai dimunculkannya kembali pernyataan tersebut sebagai upaya politik untuk mencari-cari kesalahan.

El-Sayed tidak memastikan apakah Piker akan kembali terlibat dalam kampanyenya pada pemilu mendatang. Ia hanya mengatakan bahwa dirinya membutuhkan koalisi pemilih yang luas untuk menang pada November, termasuk orang-orang yang mengikuti Piker.

"Saat ini saya tidak terlalu memikirkan dengan siapa saya berkampanye. Saya jauh lebih memikirkan siapa yang harus kami jangkau. Kami masih punya banyak pekerjaan untuk terus membangun koalisi yang bisa mengalahkan Mike Rogers," terang El-Sayed.

Ketika kembali didesak Welker, ia menambahkan, "Saya pikir dalam acara seperti ini terkadang muncul anggapan bahwa kita tidak bisa atau tidak seharusnya berbicara dengan kelompok tertentu. Namun, tiga juta orang yang mengikuti Piker adalah orang-orang yang ingin saya pastikan memahami bahwa ada ruang bagi mereka untuk terlibat dalam politik, termasuk dalam upaya mengurangi pengaruh uang dalam politik."

"Saya akan terus berbicara dengan kelompok-kelompok yang sangat perlu kami jangkau. Sama seperti saya akan terus berbicara dengan para lansia di panti jompo, masyarakat di wilayah utara, warga Detroit, dan warga Grand Rapids," ujarnya.

Ujian bagi Politik Progresif El-Sayed

Abdul El-Sayed berbicara dalam konferensi pers di depan monumen Spirit of Detroit, tak lama setelah memenangi nominasi Partai Demokrat untuk calon senator Amerika Serikat dari Michigan, di Detroit, Rabu (5/8/2026). (Dok. AP/Julia Demaree Nikhinson)

El-Sayed sejak awal mengusung agenda progresif secara terbuka. Ia menolak sumbangan dari kelompok kepentingan khusus selama kampanye dan berjanji, jika terpilih, akan menolak dukungan terhadap Israel serta mendukung program "Medicare for All".

Sementara itu, Stevens mengusung posisi yang lebih moderat. Ia menerima dana puluhan juta dolar dari kelompok industri dan American Israel Public Affairs Committee (AIPAC), organisasi bipartisan yang mendukung politikus pro-Israel.

El-Sayed menjadikan dukungan AIPAC kepada Stevens sebagai salah satu isu utama dalam kampanyenya. Strategi itu dilakukan di tengah merosotnya dukungan terhadap pemerintah Israel di kalangan anggota Partai Demokrat.

Pada pemilu nanti, El-Sayed akan menghadapi Rogers dalam salah satu perebutan kursi Senat yang diperkirakan paling ketat tahun ini. Pertarungan tersebut akan menjadi ujian besar bagi politik progresif yang diusung El-Sayed, terutama untuk melihat apakah pendekatan itu mampu meraih kemenangan dalam pemilu di negara bagian yang menjadi medan persaingan ketat antara Demokrat dan Republik.

Partai Republik di Michigan maupun di tingkat nasional telah mulai menyerang El-Sayed dengan menyebutnya "radikal" dan "berbahaya". Dalam sejumlah video yang dirilis pekan ini, National Republican Senatorial Committee, lembaga kampanye Partai Republik untuk Senat, menggunakan nama lengkap El-Sayed, Abdulrahman Mohamed El-Sayed.

El-Sayed menilai cara tersebut mengingatkan pada serangan sejumlah politikus Republik terhadap Obama yang dahulu kerap menggunakan nama lengkapnya, Barack Hussein Obama.

"Kami sejak awal tahu mereka akan menggunakan cara seperti ini. Perhatikan bagaimana mereka memilih menggunakan nama lengkap saya, persis seperti yang mereka lakukan terhadap Presiden Obama," ungkap El-Sayed kepada Welker.

"Pada akhirnya, bukan sesuatu yang radikal untuk berpandangan bahwa masyarakat seharusnya mampu membeli kebutuhan sehari-hari," lanjutnya. "Bukan sesuatu yang radikal untuk berpandangan bahwa masyarakat di negara ini seharusnya mendapatkan layanan kesehatan."

Sejak memenangi pemilihan pendahuluan pada Selasa, sejumlah tokoh penting Partai Demokrat yang sebelumnya meragukan El-Sayed atau mendukung Stevens dengan cepat menyatakan dukungan kepada calon dari partai mereka itu.

Pada Rabu (5/8), pemimpin Partai Demokrat di Senat AS Chuck Schumer mengatakan telah melakukan pembicaraan yang sangat baik dengan El-Sayed pada hari itu.

"Saya optimistis kami bisa merebut kembali Senat, termasuk dengan kemenangan di Michigan," kata Schumer kepada wartawan di Capitol. "Kami akan menang di Michigan. Kami akan mengalahkan Rogers dan merebut kembali Senat."

Pada Kamis, Gubernur Michigan Gretchen Whitmer berkampanye bersama para calon Partai Demokrat untuk sejumlah jabatan di tingkat negara bagian, termasuk El-Sayed.

Stevens pun dengan cepat menyatakan dukungannya kepada El-Sayed setelah kalah dalam pemilihan pendahuluan. Kepada program 'Meet the Press NOW' NBC News, ia mengatakan tidak ada persoalan di antara keduanya.

Senator Chris Murphy dari Connecticut, yang tampil dalam segmen berikutnya di 'Meet the Press', mengatakan antusias untuk ikut berkampanye bersama El-Sayed. Ia memperkirakan banyak senator Demokrat lainnya juga akan datang ke Michigan pada musim gugur ini.

"Saya pikir Anda akan melihat banyak rekan saya datang ke Michigan. Saya akan berada di sana untuk mendukungnya karena dia menawarkan pilihan yang sangat berbeda dari kandidat yang pro-korporasi, pro-Trump, dan pro-perang," ujar Murphy kepada Welker.

"Saya kira dia punya peluang besar dalam pertarungan itu."

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya