Liputan6.com, Jakarta - Kemampuan aparat penegak hukum dalam menangani kejahatan kripto dinilai semakin kuat setelah mengikuti pelatihan investigasi blockchain yang digelar secara tertutup oleh investigator untuk Binance, Akbar A.
Survei yang dilakukan terhadap 45 petugas penegak hukum dari Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri di Jakarta dan Bandung menunjukkan hasil yang cukup menonjol.
Advertisement
Sebanyak 89 persen peserta mengaku sangat percaya diri untuk mendukung investigasi kejahatan berbasis aset kripto setelah mengikuti pelatihan tersebut.
Selain itu, 96 persen responden menyatakan sangat mungkin menerapkan ilmu yang diperoleh dalam penanganan kasus-kasus yang akan mereka tangani ke depan.
Seluruh peserta juga sepakat bahwa pelatihan khusus blockchain memperkuat kemampuan penyidik dalam menangani kejahatan keuangan, sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi antara lembaga penegak hukum dan sektor swasta dalam memberantas aktivitas ilegal berbasis aset digital.
Temuan ini menegaskan bahwa keahlian investigasi blockchain menjadi semakin penting seiring meningkatnya penggunaan aset kripto di Indonesia.
Menariknya, seluruh responden menyatakan kemampuan tersebut akan menjadi semakin penting bagi penegak hukum dalam lima tahun mendatang, sejalan dengan pertumbuhan transaksi dan adopsi aset digital yang terus meningkat.
Perlu Pendidikan Berkelanjutan
Dalam pelatihan tersebut, peserta menilai terdapat empat materi yang paling bernilai, yaitu penelusuran transaksi blockchain, pembekuan dan pemulihan aset digital, investigasi lintas negara, serta studi kasus nyata yang berkaitan dengan kejahatan kripto.
Untuk penguatan ke depan, para peserta menyoroti perlunya pendidikan berkelanjutan bagi penyidik, kolaborasi yang lebih erat dengan platform pertukaran kripto resmi, penggunaan alat investigasi yang lebih canggih, dan penguatan kerja sama internasional.
Dwi Samayo, Senior Investigator di Direktorat Investigasi Kejahatan Siber, menilai kemampuan investigasi blockchain dan koordinasi lintas negara akan sangat membantu aparat penegak hukum menghadapi pola kejahatan keuangan yang semakin kompleks.
“Kolaborasi lintas negara dan koordinasi yang efektif dengan mitra sektor swasta yang bertanggung jawab menjadi kunci bagi penegak hukum untuk merespons kejahatan keuangan yang semakin kompleks,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (11/8/2026).
Sementara itu, Akbar A. menekankan bahwa integrasi aset kripto ke dalam sistem keuangan membuat penyidik perlu memahami bagaimana dana bergerak di jaringan blockchain, sekaligus mampu membaca pola aktivitas dan perilaku di balik setiap transaksi.
Ekosistem Kripto Dinamis
Akbar menilai keberhasilan investigasi tidak hanya bergantung pada kemampuan teknis penyidik, tetapi juga pada kerja sama yang terpercaya antara penegak hukum dan pelaku industri yang bertanggung jawab.
“Efektivitas investigasi bergantung pada kerja sama yang terpercaya antara penegak hukum dan pelaku industri yang bertanggung jawab. Pelatihan berkelanjutan dan kerja sama melalui jalur hukum yang tepat dapat membantu otoritas merespons kejahatan keuangan yang semakin canggih secara lebih efektif,” kata Akbar.
Di sisi lain, SB Seker, Head of APAC Binance, menyebut Indonesia memiliki ekosistem aset kripto yang sangat dinamis di kawasan Asia Pasifik, sehingga pertumbuhan tersebut perlu diimbangi dengan kemampuan yang kuat untuk mengidentifikasi dan menangani aktivitas ilegal.
“Temuan ini menunjukkan bahwa penegak hukum menyadari nilai dari keahlian investigasi blockchain yang praktis dan kolaborasi publik-swasta yang terpercaya. Binance tetap berkomitmen untuk membagikan keahliannya dan bekerja sama dengan otoritas di Indonesia dan di seluruh kawasan untuk membangun lingkungan aset digital yang lebih aman,” ujar Seker.
Berbeda dengan uang tunai, transaksi blockchain meninggalkan rekam jejak digital permanen yang memungkinkan penyidik menelusuri pergerakan dana ilegal. Namun, mengubah rekam jejak tersebut menjadi bukti yang dapat ditindaklanjuti tetap membutuhkan keahlian khusus, alat investigasi yang tepat, serta kerja sama lintas lembaga, negara, dan platform sektor swasta.
Karena itu, hasil survei ini menegaskan pentingnya investasi berkelanjutan dalam penguatan kapasitas investigasi blockchain agar aparat penegak hukum Indonesia semakin siap menghadapi kejahatan berbasis aset digital di masa mendatang.