Pilot Air India Jalani Tes Narkoba Usai Pesawat Turbulensi Hebat

Pilot Air India menjalani tes narkoba lanjutan setelah insiden turbulensi hebat yang melukai 17 orang.

oleh Septian DenyDiterbitkan 10 Agustus 2026, 14:06 WIB
ilustrasi pesawat Air India. Pilot Air India menjalani tes narkoba lanjutan setelah insiden turbulensi hebat yang melukai 17 orang. (AP/Kevin Frayer)

Liputan6.com, New Delhi- Pilot Air India yang menerbangkan Airbus A320 dan mengalami penurunan drastis saat turbulensi kini menjalani tes zat psikoaktif lanjutan. Pemeriksaan tersebut dilakukan setelah hasil tes awal menunjukkan adanya indikasi yang memerlukan pemeriksaan konfirmasi.

Dikutip dari Channel News Asia, Senin (10/8/2026), insiden terjadi pada 4 Agustus lalu ketika pesawat Air India yang membawa 137 penumpang dan delapan awak terbang dari Phuket, Thailand, menuju New Delhi. Pesawat dilaporkan kehilangan ketinggian sekitar 91 meter saat menghadapi turbulensi, sebelum akhirnya kembali stabil dan mendarat dengan selamat.

Sebanyak 17 orang terluka dalam insiden tersebut. Setelah pesawat tiba di New Delhi, delapan penumpang dan empat awak kabin harus menjalani perawatan di rumah sakit. Kondisi mereka disebut stabil.

Kementerian Penerbangan Sipil India pada Minggu (9/8) mengatakan kedua pilot menjalani pemeriksaan standar untuk mendeteksi zat psikoaktif setelah penerbangan.

Namun, hasil pemeriksaan awal terhadap pilot yang bertugas sebagai Pilot-in-Command (PIC) menunjukkan adanya hasil yang membutuhkan pengujian lebih lanjut.

"Sampel tersebut kemudian dikirim ke laboratorium yang ditunjuk untuk analisis konfirmasi, dan laporan akhirnya masih ditunggu," kata kementerian.

Dikategorikan sebagai Insiden Serius

Pemerintah India telah mengklasifikasikan kejadian tersebut sebagai "insiden serius". Biro Investigasi Kecelakaan Pesawat India (AAIB) juga telah membuka penyelidikan untuk mengusut insiden tersebut.

Kedua pilot untuk sementara dikeluarkan dari jadwal penerbangan hingga hasil penyelidikan diketahui.

Kementerian mengatakan tindakan lebih lanjut akan ditentukan berdasarkan hasil penyelidikan dan hasil tes konfirmasi terhadap pilot.

Sementara itu, video yang beredar setelah kejadian memperlihatkan sejumlah barang bawaan penumpang berserakan di sepanjang lorong kabin. Beberapa penumpang yang terluka juga terlihat dievakuasi menggunakan tandu.

Air India dalam pernyataan pada Minggu membenarkan bahwa pemeriksaan setelah penerbangan telah dilakukan terhadap para pilot. Namun, maskapai mengatakan hasil pemeriksaan tersebut belum disampaikan kepada pihak perusahaan.

 

Menambah Rentetan Masalah Air India

Maskapai Air India tengah parkir di sebuah bandara. (Dok. AFP/Sajjad Hussain)

Insiden turbulensi tersebut menjadi persoalan terbaru yang dihadapi Air India setelah maskapai melakukan transformasi besar-besaran sejak diambil alih Tata Group pada 2022.

Tata Group telah menjalankan rencana ambisius untuk membenahi Air India, termasuk memesan ratusan pesawat dan memperbarui armada yang telah menua.

Maskapai juga telah melakukan modernisasi operasional dan mengintegrasikan berbagai bisnis penerbangan milik grup. Namun, sejumlah tantangan masih membayangi, termasuk keterlambatan pengiriman pesawat dan penutupan wilayah udara akibat konflik India-Pakistan pada 2025.

Tekanan terhadap citra Air India semakin besar setelah kecelakaan Air India Flight 171 pada Juni 2025.

Pesawat Boeing 787 Dreamliner yang tengah menuju London itu jatuh tak lama setelah lepas landas dari Ahmedabad. Dari 242 orang yang berada di dalam pesawat, hanya satu orang yang selamat. Kecelakaan tersebut juga menewaskan 19 orang di darat.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, Air India kini menunjuk mantan CEO Ethiopian Airlines, Tewolde Gebremariam, sebagai CEO baru.

Veteran industri penerbangan tersebut diharapkan mampu membawa Air India keluar dari berbagai persoalan dan menjalankan upaya pembenahan maskapai.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya