Liputan6.com, Malang - Helikopter water bombing dikerahkan untuk memadamkan api yang membakar kawasan hutan dan lahan Gunung Bromo. Pemadaman menggunakan helikopter water bombing dilakukan di area lereng yang memang sulit diakses dari jalur darat. Menteri Kehutanan Raja Juli saat datang ke lokasi Gunung Bromo, Minggu (9/8/2026) mengatakan, setidaknya ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk memadamkan api kebakaran Gunung Bromo.
"Ada tiga helikopter yang sudah beroperasi dari dua hari lalu, mohon doanya supaya cuaca tetap baik sehingga api bisa dipadamkan, terutama di lereng yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan darat," kata Menhut Raja Juli.
Advertisement
Raja Juli juga menyebut, per hari ini pelaksanaan water bombing ditargetkan mampu berlangsung 30 kali dan kini sudah mencapai 17 kali pelaksanaan.
Meski demikian, lanjutnya kelancaran pemadaman dari jalur udara bergantung pada kondisi cuaca, khusus faktor hembusan angin yang mampu menghadirkan kendala pada proses penanganan kebakaran.
Oleh karena itu, dia meminta seluruh masyarakat untuk terus memberikan dukungan dan doa agar upaya pemadaman kebakaran di kawasan Gunung Bromo mampu berjalan maksimal.
"Mohon doa supaya cuaca tetap baik sehingga bisa genap 30 kali dan titik api bisa dipadamkan," ujarnya.
Raja Juli menambahkan, upaya pemadaman kobaran juga tetap dilakukan oleh tim gabungan dari jalur darat.
Tak hanya itu, petugas di lapangan juga membuat sekat bakar sepanjang enam kilometer guna mengantisipasi meluasnya titik api.
"Kejadian kemarin (meluasnya kebakaran di Bromo) karena faktor kelerengan dan hembusan angin yang sangat tinggi akhirnya membuat api loncat," katanya.
Ia menambahkan, percepatan pemadaman api pun telah ditindaklanjuti dengan membuat incident commander. Melalui langkah itu, penanganan di lokasi kebakaran akan berjalan lebih terstruktur sehingga mempengaruhi langkah di lapangan.
"Tadi kami sudah rapat membuat incident commanders, semua kebutuhan dan tantangan bisa dikoordinasikan sehingga pemadaman ini akan lebih baik," tuturnya.
Penyebab Kebakaran
Sementara itu, terkait penyebab kebakaran, dirinya menyerahkan semuanya kepada aparat penegak hukum. "(Penyelidikan) kami serahkan kepada penegak hukum," katanya, saat ditanya kemungkinan unsur kesengajaan pemicu kebakaran, dalam keterangan pers yang disampaikan di Kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, Minggu.
Menhut menegaskan bahwa aparat penegak hukum memiliki komitmen kuat menindak tegas setiap pihak yang terbukti melakukan aktivitas terlarang yang memicu terjadinya kebakaran hutan maupun lahan.
"Siapa pun yang melakukan pembakaran hutan dan lahan akan mendapatkan hukuman setimpal," katanya.
Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), sebelumnya pada Jumat (7/8), menyampaikan penyebab kebakaran di kawasan Gunung Bromo diduga karena aktivitas manusia.
Dugaan tersebut didasari oleh munculnya titik awal kebakaran di area Blok Bantengan.
Balai Besar TNBTS menyebut terdapat jalur tradisional atau jalan tembusan yang menghubungkan antara Desa Arjosari dengan Ranu Pani di lokasi tersebut
Pihak TNBTS berpendapat adanya kemungkinan aktivitas membuat perapian saat cuaca dingin di area tersebut, namun tidak dipadamkan dengan baik.
Oleh karena itu, pemerintah mengimbau kepada masyarakat agar menghindari penggunaan api saat beraktivitas di wilayah hutan karena bisa memicu terulangnya peristiwa kebakaran.
Menhut menambahkan kondisi cuaca saat akibat fenomena El Nino berdampak pada musim kemarau yang berlangsung lebih kering.
"Sekali lagi mohon tidak bermain api," ujar Raja Juli.