Liputan6.com, Jakarta - Perjuangan Azzio DA 8 di panggung Dangdut Academy 8 tidak hanya menuntut kesiapan vokal dan mental, tetapi juga mengharuskannya untuk tinggal jauh dari rumah. Remaja berusia 14 tahun asal Deli Serdang, Sumatera Utara ini berbagi cerita selama di karantina.
Menjalani masa karantina yang sudah berlangsung cukup lama membuat Azzio harus menahan rasa rindu kepada keluarganya. Menariknya, hal yang paling dirindukan oleh anak sulung dari empat bersaudara ini adalah hal sederhana berupa makanan rumah.
Advertisement
Azzio mengungkapkan bahwa hal yang paling ia rindu dari rumah selama masa karantina adalah sambal buatan ibunya. Rasa rindu itu kian terasa karena ia tidak bisa menikmati sambal khas buatan ibu selama berada di karantina.
“Mungkin sambal sih. Sambal buatan Ibu,” kata Azzio.
Dukungan Penuh Orang Tua
Untuk mengobati rasa rindu sekaligus menjaga fokusnya dalam berkompetisi, Azzio mengaku selalu menghubungi orang tuanya. Baginya, dukungan dari orang tua adalah hal yang sangat penting saat ini.
“Sering juga, sering. Kadang yang lebih banyak dihubungi mungkin ya memang orang tua karena perlu support dari orang tua juga,” ungkap Azzio.
Setiap kali melakukan panggilan telepon, orang tua Azzio tidak pernah absen memberikan suntikan semangat. Mereka selalu berpesan agar Azzio terus giat latihan, berjuang, berusaha, dan tetap mempertahankan semangatnya selama berkompetisi di panggung DA.
DA Adalah Kompetisi Pertamanya
Ajang D'Academy ini menjadi pembuktian besar bagi Azzio. Pasalnya, ini merupakan kompetisi bernyanyi pertama yang pernah ia ikuti seumur hidup. Sebelum mengikuti ajang ini, Azzio hanya memiliki pengalaman tampil bernyanyi di panggung-panggung kecil seperti job bernyanyi.