Viral Warga Minta Damkar Pulang Saat Kebakaran, Petugas Buka Suara

Warga kecewa dan meminta damkar pergi saat api sudah membesar.

oleh Ardi MuntheDiterbitkan 08 Agustus 2026, 10:30 WIB
Tangkapan layar video viral warga minta mobil pemadam di Way Kanan, Lampung untuk pulang karena terlambat datang. (Liputan6.com /Istimewa).

Liputan6.com, Jakarta - Video yang memperlihatkan warga meminta mobil pemadam kebakaran (damkar) meninggalkan lokasi kebakaran viral di media sosial. Terlihat, warga tampak kecewa karena petugas damkar disebut datang ketika rumah sudah hampir seluruhnya dilalap api.

Peristiwa itu terjadi di rumah milik warga bernama Yuli, di Dusun 5, Kampung Sangkaran Bhakti, Kecamatan Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan, Lampung, Jumat (7/8/2026) malam.

Dalam video yang beredar, kobaran api terlihat membesar dan melahap bangunan rumah. Asap hitam pekat membumbung ke udara. Api bahkan terlihat menjalar ke pohon kelapa di sekitar rumah.

Tak lama kemudian, satu unit mobil damkar tiba di lokasi. Namun, kedatangan petugas justru disambut sorakan sejumlah warga.

"Lama, pulang aja, damkarnya datang telat, pulang aja," ujar seorang warga dalam video tersebut.

Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Way Kanan, Irwansyah, memberikan penjelasan mengenai kejadian tersebut.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Damkar Way Kanan, laporan kebakaran diterima Regu B Posko Blambangan Umpu pada pukul 20.57 WIB.

Petugas kemudian langsung bergerak menuju lokasi yang berjarak sekitar 14 kilometer dari posko.

"Pada pukul 21.00 WIB anggota sampai di lokasi kejadian dan langsung melakukan pemadaman," kata Irwansyah, Sabtu (8/8/2026).

Petugas kemudian melakukan penyiraman, pendinginan, sekaligus penyelamatan. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.28 WIB.

Setelah memastikan kondisi di lokasi, petugas melakukan pengecekan peralatan dan kembali ke posko masing-masing pada pukul 22.30 WIB.

"Rumah yang terbakar memiliki luas sekitar 8 x 16 meter. Hingga kini, penyebab kebakaran masih belum diketahui. Tidak ada korban jiwa maupun laporan warga mengalami luka dalam peristiwa tersebut. Sementara total kerugian masih dalam pendataan," sebutnya.

 

Kendala Menuju Lokasi

Tangkapan layar video viral warga minta mobil pemadam di Way Kanan, Lampung untuk pulang karena terlambat datang. (Liputan6.com /Istimewa).

Irwansyah menyebut terdapat sejumlah kendala yang dihadapi petugas dalam perjalanan menuju lokasi kebakaran.

Di antaranya kondisi jalan yang rusak serta sistem buka-tutup lalu lintas di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) akibat adanya pekerjaan pengecoran jalan.

"Ini kan musim kemarau, petugas kami juga menghadapi kendala sumber air untuk proses pemadaman," ungkapnya.

Selain itu, personel di lapangan disebut memiliki keterbatasan peralatan berupa lampu kepala.

Meski demikian, proses pemadaman tetap dilakukan dengan dukungan personel dari Posko Blambangan Umpu, TNI, Polri, BPBD, dan masyarakat setempat.

Dalam kejadian tersebut, satu unit armada jenis Kajama berkapasitas 3.500 liter dengan enam personel dikerahkan ke lokasi.

Irwansyah juga menjelaskan bahwa pada waktu yang hampir bersamaan, personel Pos Baradatu sedang bersiaga menangani kebakaran lahan di Kampung Negeri Baru, Kecamatan Umpu Semenguk.

Kebakaran lahan tersebut berada cukup jauh dari jalan lintas dan tidak dapat dijangkau langsung kendaraan pemadam. Lokasinya juga disebut masih jauh dari permukiman warga.

Petugas Pos Baradatu kemudian melakukan pemantauan dari pinggir jalan lintas bersama masyarakat dan kepala kampung setempat. Mereka tetap bersiaga untuk mengantisipasi jika kobaran api merambat mendekati permukiman.

Dengan kondisi tersebut, Irwansyah menyebut total dua armada dikerahkan untuk menangani dua kejadian kebakaran pada waktu yang bersamaan.

Sementara itu, penyebab kebakaran rumah Yuli masih dalam penyelidikan. Polisi dan pihak terkait masih melakukan pendataan terkait kerugian akibat peristiwa tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya