Resmikan Buku '10 Karya Nyata', Prabowo Puji Kemampuan dan Keberanian Bahlil Lahadalia

Presiden Prabowo Subianto menyoroti perjalanan hidup Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang gigih dan dinilai dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia.

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 07 Agustus 2026, 18:45 WIB
Presiden Prabowo Subianto meresmikan Peluncuran Buku 10 Karya Nyata untuk Negeri Setengah Abad karya Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, di Djakarta Theatre, Jumat (7/8/2026). (Liputan6.com/Vira)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meresmikan Peluncuran dan Bedah Buku 10 Karya Nyata untuk Negeri Setengah Abad karya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

Acara peresmian tersebut ditandai dengan penandatanganan halaman pertama giant book (buku berukuran besar) replika buku karya Bahlil oleh Presiden Prabowo. Usai penandatanganan, Prabowo berfoto bersama Bahlil beserta keluarga dan perwakilan pejabat negara.

Kegiatan ini turut dihadiri jajaran menteri Kabinet Merah Putih, di antaranya Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI M. Qodari, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, serta Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) RI Luhut Binsar Pandjaitan.

Hadir pula Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, dan Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat.

Dalam sambutannya, Prabowo menyebut rekam jejak Bahlil dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda.

“Saya kira karier beliau, sepak terjang beliau, kehidupan beliau, bisa menjadi inspirasi bagi banyak generasi muda,” ujar Prabowo saat memberikan pidato sambutan di Djakarta Theatre, Jumat (7/8/2026).

Prabowo menuturkan bahwa almamater atau tempat seseorang menempuh pendidikan tidak serta-merta menjamin keberhasilan. Hal itu dibuktikan oleh Bahlil yang menghabiskan masa kecil dan remajanya di Fakfak, Papua.

“Pak Bahlil saya kira sekolahnya enggak terlalu terkenal. Kalau dicari di Google, kampusnya sudah enggak ada. Dan itu sudah kita buktikan di mana-mana ya. Tidak menjamin sekolahnya di mana, kecerdasan itu mungkin didapat jelas dari orang tua,” ucap Prabowo.

“Jadi memang bagaimanapun ajaran agama kita ya, bahwa surga ada di telapak kaki ibu, saya kira itu benar,” sambungnya.

Menurut Prabowo, pencapaian Bahlil hingga berada di posisinya saat ini tak lepas dari doa dan perjuangan seorang ibu.

“Mungkin Pak Bahlil itu menjadi seperti sekarang karena pengorbanan ibu. Dengan susah payah bagaimana memberi makan, mengurus anak ini,” ucapnya.

 

Memiliki Kecerdasan dan Kemampuan

Presiden Prabowo Subianto meresmikan Peluncuran Buku 10 Karya Nyata untuk Negeri Setengah Abad karya Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, di Djakarta Theatre, Jumat (7/8/2026). (Liputan6.com/Vira)

Lebih lanjut, Prabowo menilai kecerdasan seseorang juga terbentuk karena ditempa oleh berbagai kesulitan hidup.

“Nah, ini sekarang yang kita harus prihatin. Apakah generasi-generasi penerus kita sekarang ini nanti kuat menghadapi persaingan antarbangsa yang semakin keras, atau mudah menyerah, mudah mengeluh, mudah minta bantuan?” papar Prabowo.

Prabowo mengaku, meski dahulunya tidak terlalu sering berinteraksi secara intensif, ia telah mengamati potensi yang dimiliki Bahlil sejak bersama-sama berada di kabinet pemerintahan sebelumnya.

“Saya memang tidak terlalu kenal. Tapi waktu bersama beliau di kabinet Pak Jokowi, saya juga jarang ketemu. Saya urusan pertahanan. Tapi pada saat-saat ketemu, saya melihat bahwa beliau memiliki kemampuan, kecerdasan, keberanian,” jelas Prabowo.

“Dan memang kelebihan beliau yang ini jarang dimiliki oleh orang dari Indonesia Timur. Beliau mungkin itu pengaruh istri yang dari Jawa. Ini jasa istri,” tutupnya berkelakar.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya