Kronologi Penumpang Batik Air Coba Buka Paksa Pintu Darurat di Udara

Penumpang asal India itu sudah diserahkan ke polisi setelah pesawat mendarat.

oleh Lia HarahapDiterbitkan 07 Agustus 2026, 17:42 WIB
Suasana Gaduh di Batik Air Usai Penumpang Coba Buka Paksa Pintu Darurat (Foto: Tangkapan layar)

Liputan6.com, Jakarta - Peristiwa menegangkan terjadi dalam penerbangan Batik Air dengan rute Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur (KUL) Malaysia menuju Bandar Udara Internasional Cochin/Kochi (COK), India, pada 5 Agustus 2026, lalu. Seorang penumpang, JA, yang duduk di dekat pintu darurat (emergency exit) membuat onar hingga membuat awak dan penumpang panik.

Sejak awal, penumpang tersebut menunjukkan gelagat mencurigakan. Hingga akhirnya, dia nekat berupaya membuka jendela darurat, merusak panel jendela di area pintu darurat, serta melakukan tindakan yang mengganggu danmengancam awak kabin serta penumpang lainnya.

Beruntung awak kabin Batik Air sigap menangani penumpang tersebut dengan profesional sesuai prosedur keselamatan seluruh penumpang di dalam pesawat.

"Awak kabin berhasil mengendalikan situasi dan memberikan perlakuan khusus kepada penumpang tersebut hingga pesawat mendarat dengan aman di Kochi," kata Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro, dalam siaran pers yang diterima Liputan6.com, Jumat (7/8/2026).

Danang menambahkan, dalam dunia penerbangan, perilaku tersebut dikategorikan sebagai unruly passenger atau penumpang indisipliner. Yaitu penumpang yang tidak mematuhi instruksi awak kabin atau melakukan tindakan yang dapatmengganggu ketertiban, keamanan, maupun keselamatan penerbangan.

 

Penumpang Diserahkan ke Polisi

Setelah pesawat mendarat di Bandar Udara Internasional Cochin (COK), penumpang JA langsung diserahkan kepada petugas keamanan dan aparat berwenang setempat untuk penanganan lebih lanjut serta pendalaman atas kejadian tersebut. Batik Air menegaskan bahwa keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan serta awak pesawat merupakan prioritas utama dalam setiap penerbangan.

"Batik Air tidak memberikan toleransi terhadap segala bentuk tindakan yang dapat membahayakan keselamatan penerbangan dan akan selalu mendukung langkah-langkah yang diambil oleh otoritas sesuai kewenangannya," ujar Danang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya