Telkomsel dan Pertamina Gandeng Braze Hadirkan AI Personal, Apa Fungsinya?

Telkomsel dan Pertamina Patra Niaga mengintegrasikan teknologi customer engagement berbasis AI dari Braze.

oleh IskandarDiterbitkan 07 Agustus 2026, 15:00 WIB
Co-founder and CEO Braze, Bill Magnuson, menyampaikan pidato pembuka dalam acara Grow with Braze Jakarta 2026. Credit: Braze

Liputan6.com, Jakarta - Telkomsel dan Pertamina Patra Niaga mengintegrasikan teknologi customer engagement berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dari Braze ke dalam ekosistem digital perusahaan.

Langkah strategis ini diambil untuk menghadirkan interaksi pelanggan yang lebih personal, relevan, dan real-time.

Pengumuman kolaborasi tersebut disampaikan dalam ajang Grow with Braze Jakarta 2026, belum lama ini, yang dibuka langsung oleh CEO sekaligus Co-founder Braze, Bill Magnuson, serta dihadiri lebih dari 300 pemimpin senior di bidang pemasaran, produk, dan pengalaman pelanggan.

Melalui kemitraan ini, Telkomsel menyuntikkan kapabilitas Braze ke dalam super app MyTelkomsel dan ekosistem digitalnya yang luas.

Didukung arsitektur data real-time, integrasi ini memperkuat kemampuan Telkomsel dalam melayani lebih dari 153,5 juta pelanggan seluler, termasuk 62 juta pengguna aktif bulanan aplikasi MyTelkomsel.

"Kami terus berinovasi dengan menempatkan pelanggan sebagai pusat dari setiap pengalaman digital. Integrasi teknologi Braze membantu kami menghadirkan interaksi yang lebih cepat, kontekstual, dan aman di setiap tahapan perjalanan pelanggan," ujar VP Digital Experience Telkomsel, Dedi Suherman, dikutip Jumat (7/8/2026).

Di sisi lain, Pertamina Patra Niaga memanfaatkan platform Braze untuk memperkuat retensi pelanggan dan memberikan rekomendasi layanan yang terpersonalisasi.

Langkah ini diorkestrasikan di berbagai kanal digital—seperti aplikasi seluler, email, hingga WhatsApp—sebagai bagian dari agenda transformasi digital perusahaan.

Country Director Braze Indonesia, Franz Sihaloho, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus berinvestasi di pasar lokal. Pihaknya siap mendukung korporasi Indonesia melalui teknologi berstandar global dan penerapan AI yang bertanggung jawab.

 

Pemahaman dan Pembentukan Kepercayaan

Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Muhammad Neil El Himam, menyampaikan pidato pembuka dalam acara Grow with Braze Jakarta 2026. Credit: Braze

Dukungan terhadap adopsi teknologi ini juga datang dari regulator. Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif, Muhammad Neil El Himam, menyampaikan bahwa pemasaran modern harus berfokus pada pemahaman terhadap manusia dan pembentukan kepercayaan.

"AI perlu melengkapi dan memperkuat kreativitas manusia. Platform customer engagement berbasis AI membantu pelaku usaha mempersonalisasi komunikasi, memperkuat loyalitas, serta menghubungkan produk lokal ke pasar global yang lebih luas," ungkap Neil.

Langkah inovasi ini bertepatan dengan melesatnya potensi ekonomi digital Indonesia yang diproyeksikan menembus angka US$360 miliar pada 2030.

Dengan keberadaan pusat data regional Braze di Indonesia, para pelaku industri kini dapat memanfaatkan pemrosesan data lokal yang aman dan patuh regulasi untuk mengoptimalkan teknologi machine learning secara berkelanjutan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya