Liputan6.com, Jakarta - Tradisi mandi para putri keraton di Yogyakarta menginspirasi Purbasari menghadirkan Lulur Mandi Teh Keraton, pengalaman mandi yang memanjakan sekaligus menenangkan untuk jiwa dan kulit yang meradang. Konsepnya merangkum perawatan menyeluruh, bukan semata membersihkan tubuh.
Dalam warisan budaya keraton, mandi menjadi bagian penting dari tata rias diri untuk menjaga penampilan secara menyeluruh. Ritme harian ini dipandang sebagai waktu khusus untuk merawat tubuh dan pikiran.
Advertisement
Ritual tersebut lazim menggunakan lulur yang diracik dari rempah pilihan, yakni bunga, daun, dan akar tanaman yang dipercaya mampu menutrisi kulit secara mendalam sekaligus menghadirkan ketenangan bagi tubuh dan pikiran.
Lebih dari simbol kecantikan, tradisi ini juga dimaknai sebagai penghormatan terhadap keseimbangan antara alam dan tubuh, diwariskan turun-temurun sebagai rahasia perawatan kulit para bangsawan.
Esensi Lulur Teh Keraton
Mengangkat kembali esensi perawatan tubuh klasik dengan sentuhan formulasi masa kini, Purbasari memadukan bahan-bahan alami bernilai tinggi dengan teknologi perawatan kulit modern untuk memberikan hasil optimal.
Lulur ini diperkaya Chamomilla Recutita Extract (chamomile extract) yang dikenal mampu menenangkan kulit dan meredakan iritasi. Kehadiran Camellia Sinensis Leaf Extract (green tea extract) yang kaya antioksidan membantu melawan tanda-tanda penuaan dini sekaligus menjaga elastisitas kulit.
Jasminum Officinale Oil (jasmine oil) memberikan kelembapan serta keharuman lembut bernuansa tradisional yang menenangkan. Sementara niacinamide bekerja membantu memperbaiki tampilan kulit kusam, sehingga tampak lebih cerah dan sehat.
Setiap penggunaan Purbasari Lulur Mandi Teh Keraton menghadirkan sensasi lembut yang menyelimuti kulit, membersihkan hingga ke pori-pori tanpa menghilangkan kelembapan alaminya. Teksturnya yang halus berpadu dengan aroma teh melati, menciptakan pengalaman mandi yang menyegarkan sekaligus menyerupai perawatan spa mewah ala bangsawan keraton.
Mengenalkan Budaya pada Generasi Muda
Sebagai upaya mengenalkan kembali lulur tradisional kepada generasi muda, beberapa waktu lalu Purbasari menggelar acara bertajuk A Touch of Royal Beauty di halaman Candi Tirta Raharjo, Yogyakarta.
Belasan perempuan Gen Z diajak bereksperimen meracik sendiri ramuan lulur kecantikan khas Keraton Yogyakarta, menghadirkan pengalaman langsung untuk memahami kekayaan tradisi perawatan tubuh Nusantara.
Brand Executive Purbasari, Carensca, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah nyata melestarikan budaya Nusantara di kalangan generasi muda. Selain itu, diharapkan perempuan Indonesia semakin memahami, menghargai, dan percaya diri menggunakan produk kecantikan berbasis kekayaan alam Nusantara, tanpa bergantung pada produk luar negeri.
"Kami ingin melestarikan budaya Nusantara dan memberikan wawasan tentang kekayaan lokal yang tak kalah dengan produk luar negeri. Lulur Teh Keraton menjadi salah satu yang kami hadirkan agar masyarakat bisa merasakan perawatan ala keraton di rumah," ujar Carensca.
Melalui perpaduan tradisi dan inovasi sains, Purbasari mengajak setiap perempuan merasakan kembali ritual perawatan tubuh yang istimewa, menjadikan setiap momen mandi sebagai waktu untuk memanjakan diri, menenangkan pikiran, dan mengembalikan keindahan alami kulit.