PNBP Kementerian ESDM Tembus Rp 138,4 Triliun, Lampaui Target

PNBP Kementerian ESDM mencapai Rp 138,4 triliun pada 2025, melampaui target sekaligus mempertahankan opini WTP dari BPK.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 06 Agustus 2026, 12:15 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Anggota I BPK Nyoman Adhi Suryadnyana. (Dok Kementerian ESDM)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berhasil melampaui target Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sepanjang 2025. Realisasi PNBP mencapai Rp 138,40 triliun atau setara 108,56% dari target sebesar Rp 127,48 triliun.

Capaian tersebut diraih bersamaan dengan keberhasilan Kementerian ESDM kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas laporan keuangan tahun anggaran 2025.

Laporan hasil pemeriksaan BPK diserahkan dalam agenda yang berlangsung pada Rabu (5/8/2026). Opini WTP ini menjadi bukti bahwa pengelolaan keuangan di lingkungan Kementerian ESDM dinilai telah memenuhi standar akuntabilitas dan tata kelola yang baik.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menilai capaian tersebut mencerminkan konsistensi kementerian dalam menjaga kualitas pengelolaan keuangan negara.

"Capaian ini menunjukkan konsistensi Kementerian ESDM dalam menjaga kualitas pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan negara," tegas Bahlil dikutip dari laman Kementerian ESDM, Kamis (6/8/2026).

Menurutnya, keberhasilan meningkatkan PNBP tidak hanya penting bagi penerimaan negara, tetapi juga harus diimbangi dengan tata kelola yang transparan dan akuntabel.

 

PNBP hingga Juli 2026

Kinerja positif tersebut berlanjut pada 2026. Hingga Juli 2026, realisasi PNBP Kementerian ESDM telah mencapai Rp 96,26 triliun atau 70,69% dari target tahun ini yang sebesar Rp 136,18 triliun.

Bahlil menegaskan, upaya meningkatkan penerimaan negara dari sektor energi dan sumber daya mineral harus tetap memperhatikan prinsip keberlanjutan dalam pengelolaan sumber daya alam serta kepatuhan para pelaku usaha.

"Peningkatan penerimaan harus tetap dilaksanakan secara akuntabel, transparan, serta memperhatikan keberlanjutan pengelolaan sumber daya alam dan kepatuhan para pelaku usaha," ujar Bahlil.

Sementara itu, Anggota I BPK Nyoman Adhi Suryadnyana memberikan apresiasi atas kinerja Kementerian ESDM. Menurutnya, tidak banyak kementerian yang mampu mencatat keberhasilan yang didominasi oleh kinerja sektor inti atau core business.

"Tidak banyak kementerian yang keberhasilannya didominasi terkait dengan core bisnisnya. Jadi, saya mengucapkan selamat kepada pimpinan Kementerian ESDM dan jajaran yang telah melaksanakan kegiatannya dengan baik," ujar Nyoman.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya