Pamit Nonton Voli, Pelajar SMP Ditemukan Tewas di Waduk Greneng

Upaya penyelamatan dilakukan temannya gagal. Sementara proses pencarian dilakukan warga dan kepolisian baru membuahkan hasil sekitar dua jam kemudian.a

oleh Ahmad AdirinDiterbitkan 06 Agustus 2026, 08:46 WIB
Pelajar SMP tenggelam di Waduk Greneng, Dukuh Greneng, Desa Tunjungan, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora.

Liputan6.com, Jakarta - Waduk Greneng di Desa Tunjungan, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, kembali menelan korban jiwa. Seorang pelajar SMP berusia 14 tahun meninggal dunia setelah tenggelam saat mencari ikan bersama dua rekannya pada Rabu (5/8/2026) malam.

Pelajar SMP itu bernama Sayful Ahmad Gozali (14), warga Dukuh Karangkembang, Desa Tunjungan. Dia diduga terpeleset saat menjaring ikan di bibir waduk karena licin. Upaya penyelamatan dilakukan temannya gagal. Sementara proses pencarian dilakukan warga dan kepolisian baru membuahkan hasil sekitar dua jam kemudian.

"Pamit nonton voli, malah ke waduk mencari ikan," ujar tetangga korban, Ulfa kepada Liputan6.com, Kamis (6/8/2026).

Menurutnya, warga sempat mengira Sayful bersama dua rekannya hendak menyaksikan pertandingan bola voli. Namun, justru mencari ikan di Waduk Greneng dengan membawa ember dan jaring.

Keterangan serupa disampaikan Wandi, tetangga lainnya. Dia mengatakan Sayful terpeleset saat berada di tepian waduk.

"Mencari ikan, Pak. Terpeleset di pinggiran (tepi) dan tidak bisa berenang," kata Wandi.

 

Pelajar SMP tenggelam di Waduk Greneng, Dukuh Greneng, Desa Tunjungan, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora.

Informasi dihimpun menyebutkan, sekitar pukul 20.00 WIB, Sayful bersama tiga temannya berangkat menuju Waduk Greneng. Sekitar pukul 20.20 WIB mereka mulai menyisir tepian waduk untuk mencari ikan.

Saat melihat ikan berada di dekat bibir waduk, Sayful berusaha mendekat sambil membawa jaring. Namun pijakannya di atas permukaan beton licin mendadak terlepas. Sayful tercebur ke dalam waduk dan langsung tenggelam karena tidak memiliki kemampuan berenang.

Melihat Sayful tenggelam, salah seorang rekannya spontan menceburkan diri untuk memberikan pertolongan. Dia sempat berusaha mendorong tubuh temannya tersebut ke arah tepian. Namun tenaga remaja itu tidak cukup kuat sehingga Sayful kembali tenggelam. Penolongnya bahkan hampir ikut menjadi akibat kelelahan.

Dua remaja lainnya kemudian berteriak meminta bantuan warga. Ketika warga tiba di lokasi, mereka mengulurkan bambu untuk menyelamatkan remaja yang masih berada di tengah waduk. Sementara tubuh Sayful sudah tidak lagi terlihat.

Laporan kejadian kemudian diteruskan ke Polsek Tunjungan. Polisi bersama warga segera melakukan pencarian menggunakan jaring pencari ikan milik warga. Pencarian dilakukan di tengah minimnya penerangan dengan mengandalkan lampu senter.

"Kami menerima laporan masyarakat kemudian langsung menuju lokasi bersama warga untuk melakukan pencarian. Korban diduga terpeleset saat hendak mengambil ikan di bibir waduk yang licin," kata Kapolsek Tunjungan, AKP Subiyono.

Setelah hampir satu jam pencarian, tubuh pelajar SMP itu akhirnya ditemukan sekitar pukul 22.15 WIB. Jenazah kemudian dievakuasi ke daratan dan diperiksa oleh petugas medis Puskesmas Tunjungan bersama anggota Polsek Tunjungan.

"Korban berhasil ditemukan sekitar pukul 22.15 WIB. Berdasarkan hasil pemeriksaan bersama petugas medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban dinyatakan meninggal dunia akibat tenggelam," ujar Subiyono.

Subiyono mengatakan keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah sehingga menolak dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit.

"Pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah. Jenazah kemudian kami serahkan kepada keluarga untuk dimakamkan," kata dia.

Peristiwa ini menambah daftar kecelakaan yang terjadi di Waduk Greneng. Lokasi tersebut beberapa kali menjadi tempat terjadinya insiden tenggelam, terutama saat warga beraktivitas di sekitar waduk.

Subiyono mengimbau masyarakat agar lebih mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di kawasan perairan. Orang tua juga diminta meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak agar tidak mencari ikan atau bermain di sekitar waduk, terutama setelah hari gelap.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas berisiko di sekitar waduk tanpa memperhatikan faktor keselamatan. Orang tua juga diharapkan mengawasi anak-anak agar tidak mencari ikan di lokasi yang berbahaya, terlebih pada malam hari," pungkasnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya