Awal Mula Penemuan Mayat Korban Mutilasi dalam Karung di Depok

Menurut Breggy, berdasarkan hasil penyelidikan, karung tersebut sudah terlihat sejak 24 Juli 2026.

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 05 Agustus 2026, 16:47 WIB
Lokasi Penemuan Mayat Diduga Korban Mutilasi di Pancoran Mas Depok (Foto; Dicky/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Misteri penemuan jasad dalam karung di kawasan Tanah Merah, Kapling Depkes, Kelurahan Pancoran Mas, Kota Depok, akhirnya terkuak. Potongan tubuh korban baru diketahui warga setelah karung yang semula dikira berisi sampah ikut terbakar.

Peristiwa itu bermula ketika seorang warga membakar tumpukan sampah di lokasi pada Selasa (4/8/2026). Saat api membesar, karung yang berada di antara sampah meleleh sehingga memperlihatkan bagian tubuh manusia.

Temuan tersebut langsung dilaporkan kepada Bhabinkamtibmas. Polisi kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Katimsus 2 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Ipda Breggy Yesaya Imanuel Sutijono menjelaskan, karung berisi jasad itu sebenarnya telah berada di lokasi selama beberapa hari, namun tidak mengundang kecurigaan warga.

"Pada 4 Agustus 2026 ada warga yang membakar sampah yang sudah mulai membusuk. Saat dibakar, karung tersebut meleleh dan terlihat potongan tubuh manusia. Setelah itu warga melaporkan kejadian tersebut kepada Bhabinkamtibmas," kata Breggy kepada wartawan, Rabu (5/8/2026).

Menurut Breggy, berdasarkan hasil penyelidikan, karung tersebut sudah terlihat sejak 24 Juli 2026. Namun warga menganggapnya sebagai sampah liar karena kawasan itu memang kerap menjadi lokasi pembuangan sampah sembarangan.

"Warga memang sudah melihat karung itu sejak tanggal 24. Karena di lokasi tersebut sering ada sampah yang dibuang sembarangan, mereka tidak menaruh curiga," ujarnya.

Penemuan itu menjadi titik awal penyelidikan Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Penyidik kemudian menelusuri laporan orang hilang, memeriksa sejumlah saksi, serta mengumpulkan barang bukti untuk mengungkap identitas korban.

"Setelah mayat ditemukan, kami melakukan penyelidikan bersama jajaran Polsek dan Polres Depok untuk mencari identitas korban melalui laporan orang hilang dan keterangan para saksi," jelas Breggy.

 

Korban Bertemu Kenalan Medsos Sebelum Hilang

Dari proses tersebut, polisi menemukan laporan kehilangan atas seseorang berinisial K yang dibuat keluarga korban. Hasil pendalaman menunjukkan korban terakhir kali diketahui bersama pria berinisial S yang kemudian diduga sebagai pelaku pembunuhan.

"Korban terakhir diketahui bersama inisial S. Dari situ kami mengembangkan penyelidikan hingga mengarah kepada pelaku," katanya.

Berbekal hasil penyelidikan tersebut, tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap pria berinisial SA saat berupaya melarikan diri.

Kanit 1 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Dimitri Mahendra Kartika mengatakan penangkapan dilakukan pada Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 04.15 WIB di wilayah Pandeglang, Banten.

"Pelaku berhasil diamankan oleh Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Inisialnya SA," ujar Dimitri.

Ia menambahkan, operasi penangkapan dipimpin langsung Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Resa Fiardi Marassabessy. Hingga kini penyidik masih mendalami hubungan antara pelaku dan korban serta motif di balik pembunuhan tersebut.

"Masih kami dalami," kata Dimitri saat ditanya mengenai hubungan pelaku dengan korban.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya