Liputan6.com, Jakarta - Rumah kontrakan di Cipayung, Depok, yang diduga menjadi lokasi pembunuhan Kunaefi oleh tersangka Saepullah didatangi Tim Inafis Polda Metro Jaya. Petugas memasang garis polisi dan melakukan penyelidikan di lokasi.
Ketua RT 03, Aris, mengatakan tersangka telah mengontrak rumah tersebut selama sekitar enam hingga tujuh bulan. Selama itu, ia mengaku hanya dua kali bertemu dengan tersangka dan korban di rumah kontrakan tersebut.
Advertisement
"Pertama lagi ngontrak itu kebetulan saya lagi keliling untuk ramadan, pemungutan kegiatan ramadan. Itu saya ketemu sama si korban dan ketemu sama si yang bunuh," kata Aris kepada wartawan, Rabu (5/8/2026).
Aris mengatakan, tersangka mengaku menyewa rumah kontrakan tersebut untuk membuka usaha bersama korban. Beberapa waktu kemudian, dia kembali bertemu dengan tersangka dan sempat mengingatkannya agar segera melapor kepada pengurus lingkungan.
"Saya minta penyewa kontrakan datang ke rumah untuk laporan dan menyerahkan identitas kependudukan," jelas dia.
"Pas ketemu lagi saya lihat tersangka sama korban dengan alasan lagi bertamu, tersangka mengaku sibuk, tersangka ngakunya mau jualan martabak atau ketoprak, saya lupa," terang Aris.
Aris mengaku terkejut saat didatangi Resmob Polda Metro Jaya menanyakan kontrakan yang di sewa tersangka. Tidak hanya itu,dia turut diperlihatkan foto tersangka dan korban yang dia temuinya sebanyak dua kali di kontrakan.
"Pas dikasih tahu fotonya saya mengenali keduanya karena telah bertemu dua kali," ucap Aris.
Aris tidak menduga kedua orang yang sempat bertemu dengannya merupakan korban dan tersangka pembunuhan mutilasi. Selain itu, berdasarkan pengakuan warga sekitar, tersangka dikenal tertutup dengan lingkungan sekitar tempat tinggal.
"Agak tertutup, kemungkinan ini jadi cambukan buat saya, jadi perhatian saya untuk dan jajaran saya bahwa setiap lingkungan kita harus lebih waspada lagi dan lebih diperketat lagi untuk yang mengontrak," ungkap Aris.
Saat kembali disinggung terkait hubungan antara tersangka dengan korban mutilasi, Aris hanya mengetahui kedua merupakan teman untuk membuka usaha bersama. Namun saat ditanya adanya keributan di lokasi kontrakan tempat dugaan pembunuhan, Aris tidak mengetahui adanya keributan.
"Selama ini enggak ada (keributan), itu aja," tutur Aris.
Terungkap Terduga Pembuang Mayat Korban Mutilasi di Depok
Misteri penemuan mayat dalam karung di Tanah Merah, Kapling Depkes, Kelurahan Pancoran Mas, Kota Depok, terungkap.
Pelarian pria berinisial SA berakhir di Pandeglang, Banten. Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap terduga pelaku pembunuhan itu pada Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 04.15 WIB.
"Pelaku ditangkap hari Rabu, 5 Agustus 2026 pukul 04.15 WIB di Pandeglang, Banten, saat melarikan diri," kata Kanit 1 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Dimitri Mahendra Kartika kepada wartawan, Rabu.
Menurut dia, penyidik masih mendalami hubungan SA dengan korban yang jasadnya ditemukan di dalam karung di kawasan Tanah Merah, Kapling Depkes, Kelurahan Pancoran Mas, Selasa, 4 Agustus 2026.
Ia juga belum memastikan keberadaan bagian tubuh korban yang belum ditemukan. "Nanti diinfokan kembali," ujar Dimitri.