Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari angkat bicara soal sebuah paper yang mengusulkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat Nobel Perdamaian 2026.
Diketahui, makalah tersebut turut mencatut nama Presiden Prabowo Subianto sebagai salah satu penulisnya.
Advertisement
"Lagi diinvestigasi," kata Qodari di kantornya, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Sementara itu, Kapuspen Kemendagri Benni Irawan mengatakan, pihaknya juga akan membantu proses investigasi tersebut, mengingat makalah yang viral melampirkan Surat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dengan Nomor ND/KIE/001/I/2026.
"Ya itu kan tidak hanya dari kemendagri ya, ada beberapa lembaga yang ada di situ, terkait dengan Kemendagri dari pagi kami sudah dapat informasi itu," ungkap dia.
"Sekarang lagi di klarifikasi, apakah itu memang kemendagri secara kelembagaan atau bagaimana, kemudian apakah surat yang disampaikan itu bener dari Kemendagri atau apa kita pastikan dulu," sambungnya.
Bantah IPDN Terlibat
Benni menyampaikan IPDN juga sudah membantah usai terdapat nama lembaganya dicatut dalam kop surat. Terkait adanya nama pegawai Kemendagri, Benni menyebut pihaknya masih melakukan klarifikasi internal.
"Tapi memang ada staf yang namanya Azhar itu di Dirjen Polpum, itu yang tadi Pak Dirjen Polpum meminta klarifikasi sedara internal Pak Akmal (Dirjen Polpum)," ujarnya.
"Sejauh ini saya belum dapat hasil klarifikasi, saya belum dapat update," imbuh Benni.