BPJS Kesehatan Pastikan Kanal EDABU BPJS BOT di Telegram Bukan Miliknya

BPJS Kesehatan meminta masyarakat waspada terhadap penipuan mengatasnamakan pihaknya dan pelanggaran hukum atas penyebaran data pribadi.

oleh Nur HabibieDiterbitkan 05 Agustus 2026, 18:33 WIB
Pegawai melayani peserta BPJS Kesehatan di Kantor Cabang Kota Tangerang, Rabu (7/1/2020). Iuran BPJS Kesehatan resmi naik per hari ini untuk kelas I menjadi sebesar Rp150.000 per orang per bulan dan Rp100.000 per orang per bulan untuk kelas II. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memastikan kanal Telegram "EDABU BPJS BOT" bukan merupakan miliknya. Selain itu, data yang dijual dan disebar oleh kanal Telegram tersebut bukan bersumber dari BPJS Kesehatan.

Berdasarkan unggahan di akun Instagram resminya, BPJS Kesehatan menyatakan bahwa kanal Telegram dengan nama "EDABU BPJS BOT" tidak dibuat, dimiliki, maupun dikelola pihaknya.

"Data yang dijual dan disebar oleh kanal Telegram tersebut bukan bersumber dari BPJS Kesehatan, karena dipastikan memiliki struktur informasi yang sangat berbeda dengan data di BPJS Kesehatan," tulis BPJS yang dikutip Rabu (5/8/2026).

BPJS meminta masyarakat waspada terhadap segala bentuk penipuan mengatasnamakan BPJS Kesehatan dan pelanggaran hukum atas penyebaran data pribadi.

"Jika memerlukan informasi terkait kepesertaan atau hal lainnya, pastikan Anda mengaksesnya melalui layanan resmi BPJS Kesehatan, seperti aplikasi Mobile JKN, WhatsApp PANDAWA 08118165165, Care Center 165," tulis BPJS Kesehatan.

Sementara itu, dalam kanal Telegram EDABU BPJS BOT, masyarakat beri banyak pilihan, mulai Cek Edabu - data sekeluarga + BPJS, Cek NIK hingga Cek KK atau Kartu Keluarga. Pertama kali masuk dalam grup, terlebih dahulu mengklik tulisan Start Bot.

Berikut isi dalam grup usai bergabung atau mengklik Start Bot

"Pusat layanan investigasi data kependudukan & pelacakan kebocoran data, realtime dan akurat.

LAYANAN TERSEDIA

- Cek Edabu — data sekeluarga + BPJS

- Cek NIK — alamat, tempat kerja, no HP

- Cek KK — anggota satu kartu keluarga

- NIK + Foto KTP — verifikasi Dukcapil

- NIK — No. KK — cari nomor KK

- Cek Nama — pencarian berdasar nama

- Cek Perusahaan — data badan usaha

- Cek Gaji — perkiraan penghasilan

- Cek Plat — data kendaraan

- Cek Posisi — lacak lokasi no HP

- Cek FR — pencocokan wajah

- GetContact — nama tersimpan di kontak

- Al Profiling — analisa mendalam no HP

- BPJS — status kepesertaan (via NIK)

- BPJS Personal — cek via No. Kartu

- Cek Siswa — data pendidikan

- Info Data — pelacakan kebocoran data

Token hanya terpotong bila data ketemu. Pilih layanan lewat tombol di bawah,".

 

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya