Obat Penenang Tidak Mempan, Pria di Bali Tusuk Istri dan Mertua

Pelaku sebelumnya mengalami gejala cemas dan bingung.

oleh Moh KadafiDiterbitkan 05 Agustus 2026, 13:50 WIB
Lokasi penganiyaan di Bali

Liputan6.com, Jakarta - Seorang pria berinisial IMP (42), menusuk istrinya berinisial NWU (32) menggunakan pisau. Penganiayaan itu, terjadi di rumahnya yang berlokasi di Jalan Siulan, Penatih, Kecamatan Denpasar Timur, Bali, Selasa (4/8/2026) pukul 22.00 WITA.

Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya mengatakan, NWU mengalami luka tusuk di dada kiri belakang dan mertua pelaku mengalami luka robek bahu kanan.

"Saat ini kedua korban dalam kondisi sadar. Dan untuk kondisi korban masih menunggu hasil rontgen dan dari spesialis bedah," kata Adi Saputra, Rabu (5/8/2026).

NWU menerangkan, bahwa suaminya memang sudah mempunyai riwayat sakit jiwa dan sudah rutin berobat. Namun sehari sebelumnya IMP sudah kelihatan bingung dan cemas dan sudah diberi obat.

Kemudian pada Selasa sekira pukul 21.00 WITA, istrinya memberikan obat penenang kepada IMP tetapi tidak mempan, dan tanpa sepengetahuan istrinya IMPmengambil pisau lalu menusuk punggung korban.

"Korban (NWU) teriak minta tolong dan membuka pintu kamar dan lari keluar kamar hingga ketemuan bapaknya. Korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Dharma Yadnya untuk mendapatkan pertolongan," imbuhnya.

Sementara, dari keterangan mertua pelaku berinisial LKS (58) menyampaikan, saat itu dia sedang berada di rumahnya dan mendengar keributan antara IMP dengan istrinya di kamar. Lalu, korban LKS mendengar anaknya atau istri pelaku berteriak bahwa telah ditusuk.

Kemudian, LKS berusaha masuk ke kamar IMP dan berusaha menyelamatkan anaknya. Pelaku IMP, lalu mengambil pedang dan menyerang korban LKS hingga mengenai lengan korban.

"Korban LKS selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Dharma Yadnya untuk mendapatkan pengobatan," ujarnya.

Polisi mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) sekira pukul 22.15 WITA dan mengamankan pelaku.

"Sekitar pukul 00.00 WITA, pihak kepolisian bersama masyarakat berhasil mengamankan pelaku. Selanjutnya pelaku dibawa ke RSUP Prof Ngoerah untuk tindakan lebih lanjut mengingat pelaku ada riwayat sakit jiwa," ujarnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya