Liputan6.com, Jakarta - Polisi mengungkap kronologi meninggalnya mantan istri anggota polisi berinisial WL yang ditemukan meninggal dunia di Perumahan Bumi Asri, Kota Medan, Minggu (2/8).
Dalam penyelidikan awal, polisi menduga korban meninggal akibat luka tembak menggunakan senjata api yang diketahui merupakan milik mantan suaminya, Bripka IH.
Advertisement
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan penyidik telah memeriksa sejumlah saksi, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), autopsi, serta pemeriksaan laboratorium forensik untuk mengungkap penyebab kematian korban.
Menurut Calvijn, sebelum peristiwa itu terjadi, korban berada di dalam kamar bersama IH dan anak korban berinisial M (9). Tak lama kemudian, IH keluar dari ruangan. Saat kembali, ia hanya mendapati anak korban berada di dalam kamar, sementara korban telah masuk ke kamar mandi.
IH kemudian melihat tas korban dalam keadaan terbuka dan menemukan senjata api di dalamnya. Ia langsung menuju kamar mandi, mengetuk pintu, serta membujuk korban agar tidak melakukan tindakan yang membahayakan dirinya. Anak korban juga ikut mengetuk pintu, tetapi tidak mendapat respons.
"Terakhir ada ucapan dari korban, 'Maafkan saya.' Itu ucapan terakhir yang didengar kedua saksi," ujar Calvijn.
Sesaat setelah ucapan tersebut, terdengar satu kali suara letusan dari dalam kamar mandi. Polisi kemudian melakukan olah TKP. Di lokasi kejadian, petugas menemukan senjata api yang diduga digunakan korban serta mendapati korban mengalami luka tembak di bagian kepala.
Hasil autopsi menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan akibat benda tumpul maupun benda tajam pada tubuh korban. Tim forensik menyimpulkan luka yang ditemukan hanya berupa luka tembak di bagian kepala.
Selain itu, hasil pemeriksaan laboratorium forensik menemukan residu tembakan pada jari tangan, tubuh, dan pakaian korban. Sementara itu, hasil swab terhadap tangan IH menunjukkan tidak ditemukan residu tembakan.
"Kami sudah memeriksa beberapa saksi utama. Pertama saksi IH, kemudian anak korban berinisial M yang berusia sembilan tahun. Kedua saksi ini berada di dalam kamar bersama korban sebelum insiden tersebut terjadi," kata Calvijn.
Penyidik masih mendalami latar belakang peristiwa tersebut, termasuk kemungkinan adanya persoalan pribadi maupun keluarga yang berkaitan dengan kematian korban.