Pemakaman Wanita 300 Kg di Sragen Melibatkan Tim Rescue

Pemakaman menggunakan teknis vertical rescue

oleh Arie SunaryoDiterbitkan 05 Agustus 2026, 10:12 WIB
Pemakaman wanita obesitas di Sragen

Liputan6.com, Jakarta - Isnani (39), warga Kampung Mageru, Sragen Tengah, dengan berat badan hampir 300 kilogram, meninggal dunia di RSUD dr Soehadi Prijonegoro (RSSP) Sragen, Selasa (4/8/2026) sekira pukul 11.00 WIB. Pemakaman Isnani melibatkan tim rescue gabungan.

Isnani sempat mengeluh sesak napas selama tiga hari dan dievakuasi ke IGD RSSP sehari sebelumnya. Dari hasil pemeriksaan, dokter mendiagnosa almarhumah mengalami sesak napas dan jantung penuh air.

"Dari tiga hari lalu itu memang sudah sesak napas. Tapi yang paling parah kemarin. Lemas, terus dievakuasi," ujar suami almarhumah, Enggar.

Sempat stabil saat tiba di IGD, kondisi Isnani menurun dan akhirnya dirawat di ICU.

"Mau dibawa ke bangsal sudah tidak sadar," cerita Enggar.

Evakuasi 1 Jam, 15 Petugas Dikerahkan

Proses evakuasi dari rumah menuju ambulans melibatkan 15 petugas dari Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) Kabupaten Sragen. Evakuasi berlangsung sekitar satu jam karena kondisi almarhumah yang tidak dapat berjalan dan akses kamar menuju luar rumah yang sempit.

Menurut keluarga, Isnani sudah lama tidak bisa beraktivitas di luar rumah. Aktivitas makan sehari-hari juga dilakukan di kamar.

"Cuma di kamar saja. Kata dokter tidak ada penyakit, cuma mungkin karena obesitas jadi susah bernafas," ujar adik ipar almarhumah, Supriyanto.

Setibanya di rumah duka, isak tangis keluarga menyambut kedatangan jenazah. Karena kondisi, jenazah tidak diturunkan dari ambulans.

Proses pemakaman dilakukan di TPU Mbah Balak, Plumbungan, Karangmalang, Sragen sekitar pukul 17.23 WIB. Ini menjadi pemakaman pertama di Sragen yang menggunakan teknik vertical rescue.

Sebanyak 35 personel tim gabungan dari BPBD, Damkar, PMI, relawan, dan Sukapura Sragen diterjunkan. Jenazah diletakkan di peti berwarna putih dan diturunkan ke liang lahat menggunakan alat khusus.

"Tim gabungan kami lebih dari 35 personel. Mereka membantu masyarakat menggunakan teknik vertical rescue. Alhamdulillah bisa berjalan dengan baik," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sragen, Triyono Putro.

Triyono menyebut persiapan proses penurunan memakan waktu sekitar 2 jam. Sementara proses penurunan jenazah ke liang lahat berlangsung sekitar 20 menit.

"Vertical rescue untuk teman-teman yang bersertifikat semua tentunya, tidak sembarangan yang digunakan tekniknya," tegasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya