Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan penguatan pada perdagangan saham Rabu, (5/8/2026). Lalu apa saja rekomendasi saham-nya?
Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG ditutup naik 1,37%, disertai dengan aksi beli saham oleh investor asing Rp 741 miliar. Saham-saham yang paling banyak dibeli asing antara lain saham BBCA, BMRI, BBRI, MDKA dan BBNI.
Advertisement
“IHSG berpeluang untuk melanjutkan kenaikan hari ini,” ujar Hed of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman.
Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 6.220-6.260 dan level resistance 6.360-6.400.
Rekomendasi Saham
Untuk rekomendasi saham hari ini, Fanny memilih saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Astrindo Nusantara Infrastruktucture Tbk (BIPI), PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA).
Rekomendasi Teknikal
Trading Idea hari ini: DSSA, BIPI, UNTR, DEWA, ARCI, dan RAJA
- DSSA Spec Buy dengan area beli di 835, cutloss di bawah 830. Target dekat di 845-860.
- BIPI Spec Buy dengan area beli di 146-150, cutloss di bawah 143. Target dekat di 154-160.
- UNTR Spec Buy dengan area beli di 24.000, cutloss di bawah 23.775. Target dekat di 24.325-24.450.
- DEWA Spec Buy dengan area beli di 458-462, cutloss di bawah 454. Target dekat di 470-476.
- ARCI Spec Buy dengan area beli di 1.075-1.085, cutloss di bawah 1.065. Target dekat di 1.100-1.140.
- RAJA Spec Buy dengan area beli di 865-875, cutloss di bawah 865. Target dekat di 890-905.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Penutupan IHSG pada 4 Agustus 2026
Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meroket pada penutupan perdagangan saham Selasa, (4/8/2026). Lonjakan IHSG hari ini di tengah nilai transaksi harian saham hanya Rp 13 triliun dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali ke 18.000.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup melompat 1,37% menjadi 6.319,61. Indeks saham LQ45 bertambah 1,81% menjadi 635,20. Seluruh indeks saham acuan menguat.
Analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji menuturkan, IHSG dipengaruhi sejumlah faktor dari sentimen eksternal dan internal.
Dari eksternal, ia menuturkan, pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump soal negosiasi dengan Iran akan dimulai pekan ini, sehingga mengurangi kekhawatiran eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Harga minyak WTI dan Brent yang terkoreksi signifikan membantu meredakan kekhawatiran risiko inflasi berbasis biaya energi atau energy cost push inflation. “Dengan demikian, optimisme tersebut membuat investor kembali masuk ke aset berisiko khususnya di pasar saham,” ujar dia dalam keterangan resmi.
Dari domestik, ia mengatakan, data inflasi Indonesia periode Juli 2026 yang terjaga stabil memberikan konfirmasi kuat atas solidnya daya beli masyarakat serta terjaganya stabilitas moneter. Bahkan tereduksinya geopolitical risk premium memberikan ruang longgar bagi BI untuk menjaga stabilitas moneter dan BI-Rate. Sementara itu, pasar juga masih menunggu perkembangan terkait suksesi Gubernur BI serta agenda fiskal pemerintah yang dapat memengaruhi persepsi investor. “Di sisi lain, musim laporan keuangan semester I/2026 masih menjadi katalis positif bagi indeks,” ujar dia.
Sektor Saham
Pada perdagangan saham Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.319,61 dan level terendah 6.238,39. Sebanyak 399 saham menguat sehingga angkat IHSG. 224 saham melemah dan 170 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 2.127.062 kali dengan volume perdagangan saham 33,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 13 triliun. Sementara itu, posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 18.012.
Dari 11 sektor saham dua sektor saham tertekan. Sektor saham consumer siklikal turun 0,10% dan sektor saham teknologi melemah 0,07%.
Di sisi lain, sektor saham properti bertambah 2,72%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham basic menguat 2,17% dan sektor saham transportasi melompat 1,59%.
Lalu sektor saham energi menguat 1,04%, sektor saham industri mendaki 0,85%, sektor saham consumer nonsiklikal menguat 0,78%, sektor saham kesehatan bertambah 0,915. Sementara itu, sektor saham keuangan mendaki 1,03%, sektor saham infrastruktur naik 1,03%.