Detik-detik Bocah Tewas Tertimpa Kayu Muatan Pikap di Simalungun

Bocah 4 tahun meninggal usai tertimpa kayu dari pikap pengangkut bahan bangunan di Simalungun.

oleh Reza EfendiDiterbitkan 04 Agustus 2026, 20:14 WIB
Bocah 4 tahun tewas tertimpa kayu muatan pikap di Kabupaten Simalungun. (Liputan6.com/Reza)

Liputan6.com, Jakarta - Nasib tragis menimpa seorang anak perempuan berusia 4 tahun berinisial JCS di Kabupaten Simalungun. Korban meregang nyawa setelah tertimpa tumpukan kayu broti yang jatuh dari mobil pikap pengangkut bahan bangunan di jalan desa Dusun Panombean, Nagori Bah Sampuran, Kecamatan Jorlang Hataran, Senin 3 Agustus 2026.

Peristiwa nahas tersebut bermula sekitar pukul 10.00 WIB ketika korban sedang berjalan kaki bersama sang nenek, Erlina Siallagan (69), menuju arah lokasi perkuburan masyarakat.

Di tengah perjalanan, mereka melewati satu unit mobil pikap Mitsubishi L300 hitam bernomor polisi BK-8479-TV yang sedang berhenti. Kendaraan bak terbuka itu tengah menurunkan muatan bahan bangunan berupa besi, papan, triplek, dan semen.

Nahas, ketika korban berada di samping kendaraan, satu ikat kayu broti ukuran 2x2 sebanyak empat batang tiba-tiba terjatuh dari atas mobil dan langsung menghantam kepala korban.

Mendapati cucunya tersungkur akibat hantaman tersebut, sang nenek langsung histeris.

"Melihat kejadian tersebut opung dari korban langsung menjerit," tulis laporan kepolisian mengenai detik-detik mencekam di lokasi kejadian.

Warga sekitar yang mendengar teriakan histeris tersebut langsung berdatangan untuk memberikan pertolongan.

Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Tentara di Kota Pematangsiantar guna mendapatkan perawatan medis, namun nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

 

Polisi Turun Tangan

Mendapat laporan terkait insiden tersebut, Tim Inafis bersama Kanit Jatanras Polres Simalungun dan jajaran Polsek Jorlang Hataran langsung turun tangan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Dari hasil pemeriksaan awal di lapangan, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit mobil pikap beserta kunci dan empat batang kayu broti.

Selain itu, pihak kepolisian juga langsung mengamankan awak kendaraan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Mengamankan sopir yang bernama Bobby Ardiansyah dan kernet yang bernama Hendro Supriadi," ujar pihak kepolisian.

Hingga saat ini, pihak keluarga korban, termasuk ayah korban Gom-gom Sahat Maruli Tua Sinaga, belum membuat laporan resmi kepolisian.

Keluarga juga menolak dilakukannya otopsi atau visum terhadap jenazah korban dan memilih untuk menempuh jalur musyawarah keluarga. Meski demikian, situasi di lokasi kejadian dilaporkan tetap aman dan kondusif.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya