Liputan6.com, Jakarta - CEO OpenAI perusahaan startup yang bernilai US$ 852 miliar, atau Rp 15,3 kuadriliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 18.024) Sam Altman justru tidak memiliki saham OpenAI, tetapi kekayaannya capai miliaran dolar AS. Dia membongkar rahasia sukses.
Melansir Yahoo! Finance, Kamis (6/8/2026), Altman membawa pulang gaji sekitar US$ 76 ribu, atau Rp 1,3 miliar per tahun, dan memiliki kekayaan bersih lebih dari US$ 3,3 miliar, atau Rp 59,4 triliun.
Advertisement
Altman mengapresiasi investor modal ventura, Peter Thiel dan Paul Graham karena telah mengajarkan filosofi investasi yang membantu dalam membangun portofolio bernilai miliaran dolar miliknya.
"Saya belajar banyak dari Peter Thiel dan Paul Graham, dalam cara yang berbeda, yaitu perusahaan terbaik, peluang investasi terbaik itu hampir tidak pernah terlihat populer,” tutur Altman di podcast Like the Best.
“Anda bisa sukses saja mengikuti tren untuk bergerak lebih awal, namun Anda bisa sangat sukses dengan melakukan hal yang berbeda dengan orang lain. Jangan ikuti arus terbaru,” ia menambahkan.
Altman mengikuti saran itu selama lebih dari dua dekade di Silicon Valley. Dia dan dana venturanya memiliki saham di sekitar 400 perusahaan, menurut Wall Street Journal, termasuk investasi awal di Reddit, Airbnb, dan Stripe.
Forbes mengungkap investasi terbesarnya terletak di firma fusi nuklir, Helion, yakni sebesar US$ 1,65 miliar, atau Rp 29,7 triliun. Investasi pertamanya di Helion tercatat sekitar 2015.
Altman Berhenti dari Stanford University dan Raih Kesuksesan dari Startup
Nama Sam Altman baru populer melalui OpenAI, tetapi dia sudah berkecimpung di dunia startup sejak lebih dari dua dekade lalu. Perusahaan pertamanya, Loopt, perusahaan startup layanan pembagian lokasi, dimulainya pada 2005, tepatnya sesaat sebelum dia berhenti berkuliah di Stanford University.
Ini memancing ketertarikan Paul Graham, pengusaha dan investor yang mendirikan akselerator startup, Y Combinator. Graham menjadi salah satu investor pertama Loopt, dan kemudian merekrut Altman untuk memimpin Y Combinator.
Altman mengatakan Graham mengumpamakan menjadi investor startup seperti menjadi instruktur penerbangan.
“Orang yang duduk di sebelah Anda sambil berkata, “Lakukan ini, jangan lakukan ini, itu berhasil, kamu lupa ini,’ atau ‘kamu membuat kesalahan ini,’ dan ‘aku akan bicarakan hal ini denganmu,’” ujar Altman menurut Business Insider, menambahkan bahwa dia mengapresiasi mentoring langsung.
Setelah menjual Loopt pada 2012, Altman menggunakan dana tersebut untuk meluncurkan dana ventura pertamanya, Hydrazine, yang dinamakan seperti bahan bakar roket. Investor luar terbesarnya adalah Peter Thiel, yang mendirikan PayPal dan Palantir dan merupakan investor luar pertama Facebook. Kekayaan bersih Thiel kini capai sekitar US$ 27 miliar, atau Rp 486,5 triliun.
Altman memimpin Y Combinator dari 2014-2019, mencetak namanya sebagai salah satu investor startup paling berpengaruh di Silicon Valley.
Peter Thiel dan Warren Buffett: Berpikir dengan Independen Itu Penting
Meski Altman mengatakan kebanyakan peluang investasi datang dari melawan arus popularitas, beberapa investor tersukses di dunia pernah mengatakan mengambil sisi sebaliknya tanpa alasan tertentu itu tidak efektif.
Thiel, yang memiliki reputasi sebagai salah satu investor kontrarian paling sukses di Silicon Valley menekankan tujuannya bukan untuk secara refleks menolak pandangan umum, tetapi untuk berpikir secara independen.
“Hal yang paling kontrarian itu bukan untuk melawan yang populer, namun untuk berpikir dengan mandiri,” tulisnya di dalam buku Zero to One: Notes on Startups, or How to Build the Future.
Filosofi ini diadopsi bukan hanya dalam investasi ventura. Warren Buffett, contohnya, pernah mendukung argumen ini dan berkata investasi yang berhasil membutuhkan emosi stabil saat pasar bergejolak hebat.
“Jika Anda memiliki temperamen yang akan ikut takut di saat yang lain takut, Anda tidak akan menghasilkan banyak uang dari investasi sekuritas dalam probabilitas apapun,” ujar Buffett dalam pertemuan pemilik saham Berkshire Hathaway pada 2010.