Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) melalui KBRI Kairo terus memantau perkembangan situasi pasca gempa magnitudo 5,6 yang terjadi di Mesir pada hari Senin (3/8) sekitar pukul 03.00 waktu setempat.
Gempa terjadi pada kedalaman 26 km dengan durasi cukup singkat dibawah satu menit dan berlokasi sekitar 61 km timur laut dari Sharm el Sheikh, kota wisata berjarak 500 km dari Kairo.
Advertisement
Meskipun tidak menimbulkan kerusakan bangunan dan infrastruktur, namun gempa tersebut dirasakan di seluruh Kairo, Suez dan beberapa provinsi lainnya. Kejadian tersebut sempat membuat panik warga karena goncangannya yang cukup terasa.
"KBRI Kairo telah menghubungi simpul-simpul Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Kota Kairo, Alexandria, Mansoura, Hurghada, Luxor, dan Sharm el Shekh. Sejauh ini belum ada laporan WNI yang terdampak gempa tersebut. Bahkan, terdapat WNI di Hurghada dan Luxor mengaku tidak merasakan gempa dimaksud," ungkap Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah.
Dalam keadaan darurat, WNI dapat menghubungi Hotline KBRI Kairo di +20-10-2222-9989 atau Hotline Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri di +62 812-9007-0027.