Emiten DSSA Akan Lepas 9,63 Miliar Saham Treasuri

PT Dian Swastatika Sentoasa Tbk (DSSA) akan melepas saham treasuri pada 10 Agustus 2026 hingga selesai.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 03 Agustus 2026, 19:45 WIB
Tampak gerak saham di papan elektronik di gedung BEI (BAY ISMOYO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) akan melepas saham treasuri atau saham hasil pembelian kembali maksimal mulai 10 Agustus 2026.

Perseroan akan melepas maksimal 9.631.904.000 saham atau maksimal 5% dari jumlah seluruh saham yang diterbitkan dan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Jumlah itu termasuk saham yang belum dialihkan berdasarkan rencana pengaliham yang telah diumumkan dalam KI 25 Juli 2024. Untuk melepas saham treasuri ini, perseroan telah menunjuk PT Sinarmas Sekuritas.

“Pengalihan akan dilakukan pada harga yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), 31 Juli 2026 ditulis Senin, (3/8/2026).

Adapun merujuk pada pembelian kembali saham dan realisasi pengalihan sahaam, perseroan memiliki 37.905.956.750 saham hasil pembelian kembali saham yang tercatat atau saham treasuri.

Berdasarkan POJK 29/2023, pengalihan atas saham hasil pembelian kembali saham wajib dilakukan dalam jangka waktu tiga tahun setelah selesainya pembelian kembali saham.

"Untuk memenuhi POJK 29/2023, Perseroan bermaksud untuk melaksanakan pengalihan saham melalui mekanisme penjualan saham di BEI, yang dapat dilakukan tanpa persetujuan rapat umum pemegang saham,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Berdasarkan data RTI, harga saham DSSA ditutup turun 1,7% menjadi Rp 835 per saham. Harga saham DSSA dibuka stagnan di Rp 850 per saham.Saham DSSA berada di level tertinggi Rp 875 dan terendah Rp 830 per saham. Total frekuensi perdagangan 19.080 kali dengan volume perdagangan saham 2.362.832 saham. Nilai transaksi Rp 200,8 miliar.

Jurus DSSA Kerek Pertumbuhan Bisnis Jangka Panjang

Seorang pria melihat ponselnya di depan layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (BAY ISMOYO/AFP)

Sebelumnya, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mempercepat pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) dan infrastruktur digital sebagai strategi utama menjaga pertumbuhan bisnis jangka panjang. Langkah ini dilakukan seiring upaya Perseroan menyeimbangkan bisnis energi konvensional dengan sumber energi rendah emisi serta memperluas ekosistem digital.

Di sektor energi, DSSA tetap mengandalkan operasional yang efisien sembari memperluas portofolio EBT, khususnya panas bumi dan tenaga surya. Perseroan juga mendorong transformasi operasional tambang melalui elektrifikasi armada untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menekan emisi.

Wakil Presiden Direktur DSSA, Lokita Prasetya menuturkan pendekatan Perseroan adalah menjaga keandalan pasokan energi saat ini, sekaligus secara bertahap mengembangkan sumber energi yang lebih rendah emisi sebagai bagian dari strategi jangka panjang Perseroan. 

“Sejalan dengan itu, kami juga terus memperkuat operational excellence melalui penerapan praktik yang lebih hijau, efisien, dan berkelanjutan mulai dari peningkatan efisiensi, optimalisasi penggunaan energi dan sumber daya, digitalisasi operasional, hingga pengurangan emisi dan limbah secara terukur,” ujar Lokita dalam acara bincang dengan Media, Kamis (2/4/2026).

Sejalan dengan itu, DSSA juga memperkuat bisnis digital melalui pengembangan jaringan fiber optik, layanan broadband, serta pembangunan data center nasional. Infrastruktur ini disiapkan untuk menangkap pertumbuhan kebutuhan konektivitas dan pengolahan data di Indonesia.

“Pertumbuhan kebutuhan data dan konektivitas menjadi pendorong utama pengembangan bisnis digital kami. Kami melihat peluang besar untuk mendorong pemerataan penetrasi digital dengan menjawab kesenjangan yang ada, sekaligus menghadirkan solusi berbasis AI yang mudah diakses,” ujar Marlo Budiman, CEO PT DSST Mas Gemilang (DSST).

 

Siapkan Sejumlah Aksi Korporasi

Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Selain ekspansi bisnis, DSSA menyiapkan sejumlah aksi korporasi pada 2026, termasuk rencana stock split dan penjajakan kerja sama strategis di sektor energi dan teknologi guna memperkuat struktur bisnis.

Pada kesempatan yang sama, Direktur DSSA, David Audy menambahkan Perseroan melihat peluang masa depan Indonesia yang akan banyak mengadopsi Artificial Intelligence (AI) dimana adopsi AI ini akan ditopang oleh dua fondasi utama, yaitu energi yang andal dan infrastruktur konektivitas digital yang merata. 

Karena itu DSSA membangun keduanya secara terintegrasi, menjaga keandalan pasokan energi saat ini, sekaligus mempercepat pengembangan portofolio energi rendah emisi seperti geothermal. 

“Sejalan dengan itu, kami terus memperkuat infrastruktur digital sebagai tulang punggung ekonomi berbasis data. Dengan fondasi ini, DSSA berada pada posisi strategis sebagai enabler sekaligus beneficiary dari pertumbuhan adopsi AI di Indonesia,” pungkas David.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya