Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan dua proyek besar pabrik baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia telah selesai dibangun. Saat ini, pemerintah hanya menunggu jadwal Presiden untuk meresmikan fasilitas yang dibangun oleh konsorsium LG dan CATL tersebut.
Bahlil mengatakan keberadaan dua pabrik tersebut menjadi bukti bahwa Indonesia terus memperkuat hilirisasi mineral melalui pembangunan ekosistem industri baterai kendaraan listrik yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Advertisement
"Pabriknya sudah siap dan jadi. Kita tinggal menyesuaikan jadwal Bapak Presiden untuk peresmian. Sudah ada dua ekosistem pabrik baterai besar yang dibangun, yaitu konsorsium LG dan CATL. Ini bukti hilirisasi ekosistem baterai dibangun utuh di Indonesia," kata Bahlil di Jakarta, Senin (3/8/2026).
Selain mengungkap perkembangan proyek tersebut, Bahlil juga menegaskan arah kebijakan pemerintah dalam pengembangan industri baterai nasional. Menurutnya, Indonesia akan tetap mengoptimalkan baterai berbasis Nickel Manganese Cobalt (NMC) karena didukung cadangan nikel yang melimpah.
Ia menjelaskan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) umumnya digunakan untuk kendaraan dengan jarak tempuh pendek. Sementara itu, baterai NMC memiliki performa dan daya jelajah yang lebih baik untuk kendaraan jarak jauh.
"Karena kita memiliki bahan baku nikel yang melimpah, fokus utama ekosistem kendaraan listrik kita adalah mengoptimalkan baterai berbasis nikel (NMC). Ke depan, regulasi dan insentif akan terus disesuaikan untuk mendukung penyerapan industri dalam negeri," ujar Bahlil.
Pemerintah berharap beroperasinya dua ekosistem pabrik baterai tersebut dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat industri kendaraan listrik dunia. Selain meningkatkan nilai tambah komoditas nikel melalui hilirisasi, proyek ini juga diharapkan menarik investasi lanjutan serta memperkuat rantai pasok industri kendaraan listrik nasional.
Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Dapat Jaminan Pasokan Gas Bumi
Sebelumnya, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) memenuhi kebutuhan industri baterai kendaraan listrik, fasilitas produksi PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB) yang berlokasi di kawasan Artha Industrial Hills (AIH), Karawang.
General Manager PGN Sales and Operation Region II (SOR II) Iwan Yuli Widyastanto mengatakan, PGN telah melaksanakan Gas In atau penyaluran gas bumi perdana kepada pelanggan baru CATIB.
Penyaluran gas ke industri baterai ini mencerminkan peran aktif PGN dalam mendukung hilirisasi industri bernilai tambah tinggi sekaligus menjadi bagian dari rantai pasok industri masa depan.
“PGN hadir sebagai mitra strategis dalam penyediaan energi transisi yang lebih bersih dan efisien untuk mendukung proses produksi baterai kendaraan listrik di Indonesia. Pemanfaatan gas bumi memungkinkan industri tetap tumbuh dengan prinsip keberlanjutan, karena memiliki tingkat emisi yang lebih rendah dibandingkan energi fosil lainnya,” ujar Iwan, Jumat (30/1/2026).
Berjalan Sesuai Standar
Menurutnya, langkah ini menjadi dukungan konkret PGN terhadap pengembangan industri baterai kendaraan listrik sebagai bagian dari transisi energi nasional.
Fasilitas produksi CATIB yang berlokasi di kawasan Artha Industrial Hills (AIH), Karawang, memproduksi sel baterai, modul, serta paket baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV). PGN akan menyalurkan gas bumi untuk mendukung proses produksi secara andal dan berkelanjutan.
Area Head PGN Karawang, Wuriana Irawati, menambahkan, keberhasilan Gas In ini merupakan pencapaian penting bagi pengembangan layanan PGN di kawasan industri Karawang.
“Kami memastikan seluruh proses penyaluran berjalan sesuai standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE), sehingga pelanggan dapat menjalankan operasionalnya secara optimal dan aman,” jelas Wuriana.