5 Agustus 1962: Nelson Mandela Ditangkap Saat Melawan Rezim Apartheid

Tokoh Afrika Selatan Nelson Mandela ditangkap pada 5 Agustus 1962.

oleh Nasywa FakhirahDiterbitkan 05 Agustus 2026, 06:00 WIB
Nelson Mandela, yang Ditangkap pada 5 Agustus 1962. (Dok. AP Photo/John Parkin)

Liputan6.com, Pretoria - Peristiwa sejarah penangkapan Nelson Mandela terjadi pada 5 Agustus 1962, ketika ia mencoba untuk menggulingkan rezim apartheid di Afrika Selatan. Ia bernama asli Rolihlahla Mandela ini lahir pada 1918 di Transkei, Afrika Selatan dan tumbuh di negara di mana orang kulit hitam tidak memiliki suara untuk mengambil keputusan mengenai tata kelola negara.

Pemerintah Afrika Selatan saat itu adalah zona orang kulit putih, membiarkan orang kulit hitam untuk bekerja sebagai pelayan di pabrik atau di peternakan. Sebagai konsekuensinya, komunitas kulit hitamlah yang menjadi kelompok termiskin di antara penduduk Afrika Selatan.

Dikutip dari Oxford Open Learning, Rabu (5/8/2026), Mandela mengambil studinya sebagai pengacara di Johannesburg. Kemudian, di 1944, ia bergabung dengan Kongres Nasional Afrika (ANC). ANC berjuang agar warga Afrika Selatan berkulit hitam mendapatkan hak asasi manusia yang sama dengan para kulit putih.

Namun, kondisi memburuk bagi kelompok kulit hitam di tahun 1948, saat pemerintah Afrika memberlakukan undang-undang baru untuk tetap memisahkan orang kulit putih dan kulit hitam. Sistem ini merupakan sistem apartheid. Peraturan ini melarang orang kulit putih dan kulit hitam untuk menikah. Kedua ras tersebut tidak diperkenankan untuk duduk di meja yang sama di restoran, berdampingan di dalam bus, bahkan anak-anak mereka disekolahkan di tempat berbeda.

Untuk melawan ini, tindakan perlawanan besar pertama Mandela adalah mendirikan firma hukum kulit hitam pertama di Afrika Selatan bersama rekannya, Oliver Tambo. Tak lama dari situ, Mandela mulai memimpin ANC, dan banyak orang yang ikut bergabung, baik kulit hitam maupun kulit putih yang ingin menyuarakan penolakan terhadap apartheid.

Mandela berharap protes damai dapat mengakhiri kebijakan itu. Namun, apa yang ia coba lakukan justru sangat berbahaya. Di 1956, mandela beserta 155 orang lainnya ditangkap dan dipenjara atas tuduhan pengkhianat. Baru setelah persidangan yang berlangsung selama lima tahun, ia dibebaskan.

 

Penangkapan Kembali Nelson Mandela

Bentuk Segregasi Ras di Afrika Selatan yang Terjadi di 5 Agustus 1962. (Dok: Wikipedia/South Africa)

Kemudian di 1960, sekelompok orang melakukan demonstrasi menentang apartheid di Sharpeville dekat Johannesburg. Polisi menembak mati 69 orang kulit hitam. Walaupun begitu, pemerintah menyalahkan ANC atas kejadian tersebut dan kemudian melarang organisasi itu.

Pada titik inilah, alih-alih menjadi pemimpin ANC, Mandela justru menjadi pemimpin sebuah pasukan rahasia yang dikenal sebagai Umkhonto we Sizwe, atau “Tombak Bangsa.” Akibatnya, ia diburu oleh polisi dan terpaksa bersembunyi bahkan menyamar. Ia juga bepergian ke negara-negara lain untuk meminta bantuan. 

Namun, pada 5 Agustus 1962, Mandela ditangkap kembali dan dituduh merencanakan kudeta terhadap pemerintah. Ia dijatuhi hukuman seumur hidup pada 1964, saat usianya 46 tahun.

Mandela ditempatkan di sebuah penjara di Pulau Robben, ia menghabiskan 18 tahun di sana. Ia dipaksa untuk mengerjakan pekerjaan berat dan hanya diberikan akses terhadap pengunjung enam bulan sekali. Bertahun-tahun kemudian, ia dipindahkan ke penjara lain. Tidak lama dari kepindahannya, Mandela menjadi pusat perhatian kampanye global untuk membebaskannya. Sayangnya, baru pada tahun 1988 pemerintah Afrika Selatan mulai melakukan perubahan.

Presiden baru Afrika Selatan di 1990, FW de Klerk, membebaskan Nelson Mandela. Kemudian, Mandela dan de Klerk menandatangani kesepakatan yang menyatakan tidak akan ada lagi pertempuran. Mandela juga menyerukan kepada seluruh warga Afrika Selatan untuk bekerja sama dalam damai.

Tahun berikutnya, ANC dipulihkan dan dipimpin kembali oleh Mandela. Lalu, pada tahun 1994, seluruh warga kulit hitam di Afrika Selatan akhirnya dapat menggunakan hak pilihnya untuk pertama kali. ANC memenangkan pemilihan umum demokratis pertama yang sepenuhnya bebas, dan pemerintahan baru pun mengambil alih kekuasaan.

Setelah akhirnya meraih kemenangan dan mewujudkan ambisi seumur hidupnya, Nelson Mandela terpilih sebagai presiden kulit hitam pertama Afrika Selatan.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya