5,5 Juta Buku Mulai Disebar ke Ribuan Sekolah

Upaya ini bertujuan memperkuat budaya literasi nasional dan meningkatkan minat baca anak di seluruh Indonesia.

oleh Putu Merta Surya PutraDiterbitkan 03 Agustus 2026, 14:36 WIB
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti di Jakarta. (Foto: Laman Kemendikdasmen).

 

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah mendistribusikan 5,5 juta buku bacaan bermutu ke lebih dari 24 ribu sekolah dasar dan menengah pertama di seluruh Indonesia sebagai upaya memperluas akses bacaan berkualitas sekaligus memperkuat budaya literasi.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan, penguatan literasi dan numerasi menjadi bagian dari pelaksanaan Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Karena itu, pemerintah terus mendorong peningkatan minat baca anak melalui kolaborasi lintas sektor.

"Kami berusaha dengan segala kemampuan agar minat baca anak dapat ditingkatkan. Bersama mitra, termasuk Pura Barutama dan PT Mars Akbar Mandiri, kami berharap program ini berjalan lancar dan memberi manfaat bagi anak-anak Indonesia," kata dia dalam keterangannya, Senin (3/8/2026).

Pihaknya menegaskan, dalam memperkuat budaya literasi melalui tiga langkah, yakni menumbuhkan kebiasaan membaca, meningkatkan kecakapan membaca, dan memastikan ketersediaan bahan bacaan bermutu.

Program distribusi buku diprioritaskan bagi SD dan SMP yang berdasarkan Asesmen Nasional 2025 masih berada di bawah kompetensi minimum literasi serta belum pernah menerima bantuan buku.

Buku yang disalurkan berupa buku bergambar untuk siswa SD serta komik dan novelet bagi siswa SMP, guna mendorong minat baca dan menjadikan kegiatan membaca lebih dekat dengan keseharian anak.

Di sisi lain, Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI, Hariqo Wibawa Satria, menyampaikan apresiasi atas komitmen Kemendikdasmen dalam mewujudkan pendidikan bermutu yang inklusif, seperti penyediaan buku bacaan berhuruf braille maupun sumber belajar berbentuk audio dan video bagi anak berkebutuhan khusus.

"Upaya ini harus terus diperkuat sebagai bagian dari peningkatan mutu literasi nasional," jelas dia.

 

Akses Bacaan Bermutu

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Hafidz Muksin, menjelasakan, buku-buku yang dibagikan dapat digunakan secara maksimal oleh guru, kepala sekolah, dan murid. Sebab, setiap paket buku yang dikirimkan ke sekolah, dilengkapi dengan pedoman pemanfaatan.

"Di dalam buku-buku yang dikirimkan, sudah dilengkapi dengan pedoman pemanfaatan buku tersebut, sehingga diharapkan nanti akan mempermudah para guru, kepala sekolah, dan murid untuk memanfaatkan buku-buku tersebut," katanya.

Melalui kolaborasi yang semakin kuat, Hafidz berharap makin banyak anak Indonesia memiliki akses terhadap bacaan bermutu sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kritis, berkarakter, dan siap memajukan bangsa.

"Langkah kita bersama ini menjadi pendorong agar buku bacaan bermutu yang didistribusikan bermanfaat dengan maksimal. Semoga yang kita lakukan dapat menghasilkan murid-murid yang cerdas, kritis, dan berkarakter guna mendukung kemajuan bangsa Indonesia," ujarnya.

Hingga 2026, Kemendikdasmen telah mendistribusikan lebih dari 42 juta eksemplar buku bacaan bermutu kepada anak-anak Indonesia.

Upaya tersebut juga didukung hasil kajian Pusat Standar Kebijakan Pendidikan (PSKP) tahun 2025 yang menunjukkan sekolah penerima bantuan buku mengalami peningkatan capaian literasi lebih baik dibandingkan sekolah pembanding.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya