Harga BBM di AS Melonjak Tajam Imbas Perang Iran, Ini Datanya

Perang Iran picu kenaikan harga BBM di Amerika Serikat. Rata-rata nasional naik 6,73% sepanjang Juli, Indiana catat lonjakan terparah.

oleh Idris Rusadi PutraDiterbitkan 03 Agustus 2026, 14:00 WIB
SPBU Chevron di Los Angeles, California. (Frederic J. BROWN/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Sejak perang Iran dimulai pada akhir Februari, warga Amerika Serikat mulai merasakan dampaknya langsung di stasiun pengisian bahan bakar (SPBU).

Pasca-konflik pecah, harga BBM melonjak tajam di seluruh wilayah AS. Menurut data AAA, rata-rata harga nasional sempat menyentuh puncaknya pada Mei di kisaran US$ 4,56 atau sekitar Rp 82.054 per galon. Sebagai informasi, satu galon AS setara 3,785 liter.

Harga BBM sempat melandai sebelum akhirnya kembali merambat naik, hingga rata-rata nasional mencapai US$ 4,11 pada akhir Juli.

Berdasarkan Fuel Price Tracker milik AAA, rata-rata harga BBM nasional AS naik sebesar 6,73% sepanjang Juli. Hanya ada empat negara bagian yaitu Alaska, Oregon, Washington, dan Hawaii yang mencatatkan penurunan harga tipis dalam sebulan terakhir.

Harga BBM antarnegara bagian umumnya bervariasi karena dipengaruhi faktor pajak lokal, jarak ke sumber pasokan, hingga biaya operasional.

Penelusuran dilakukan terhadap data harga BBM AAA per 31 Juli dan membandingkannya dengan data sebulan sebelumnya. Dari sana, dihitung persentase kenaikan (atau penurunan) di setiap negara bagian untuk melihat wilayah mana yang mengalami lonjakan terparah.

Di 10 negara bagian berikut, kenaikan harga BBM bahkan melampaui rata-rata nasional mengutip laman Business Insider, Senin (3/8/2026):

Rincian Negara Kenaikan Tertinggi

SPBU Chevron di Los Angeles, California. (Frederic J. BROWN/AFP)

1. Indiana

Rata-rata harga saat ini: US$ 3,63

Rata-rata harga sebulan lalu: US$ 3,18

Kenaikan: 13,98%

Catatan: Pada 9 Juni 2022, Indiana mencatat rekor harga rata-rata tertinggi sepanjang sejarah sebesar US$ 5,24 per galon.

 

2. Delaware

Rata-rata harga saat ini: US$ 4,16

Rata-rata harga sebulan lalu: US$ 3.68

Kenaikan: 12,92%

Catatan: Pada 14 Juni 2022, Delaware mencatat rekor harga rata-rata tertinggi sepanjang sejarah sebesar US$ 4,99 per galon.

 

3. Maryland

Rata-rata harga saat ini: US$ 4,16

Rata-rata harga sebulan lalu: US$ 3,74

Kenaikan: 11,38%

Catatan: Pada 14 Juni 2022, Maryland mencatat rekor harga rata-rata tertinggi sepanjang sejarah sebesar US$ 5,02 per galon.

 

4. Arizona

Rata-rata harga saat ini: US$ 4,45

Rata-rata harga sebulan lalu: US$ 4,01

Kenaikan: 11%

Catatan: Pada 17 Juni 2022, Arizona mencatat rekor harga rata-rata tertinggi sepanjang sejarah sebesar US$ 5,39 per galon.

 

5. Oklahoma

Rata-rata harga saat ini: US$ 3.74

Rata-rata harga sebulan lalu: US$ 3,38

Kenaikan: 10,79%

Catatan: Pada 15 Juni 2022, Oklahoma mencatat rekor harga rata-rata tertinggi sepanjang sejarah sebesar US$ 4,67 per galon.

 

6. Iowa

Rata-rata harga saat ini: US$ 3,85

Rata-rata harga sebulan lalu: US$ 3,48

Kenaikan: 10,61%

Catatan: Pada 15 Juni 2022, Iowa mencatat rekor harga rata-rata tertinggi sepanjang sejarah sebesar US$ 4,76 per galon.

 

7. Texas

Rata-rata harga saat ini: US$ 3,63

Rata-rata harga sebulan lalu: US$ 3,30

Kenaikan: 10,1%

Catatan: Pada 15 Juni 2022, Texas mencatat rekor harga rata-rata tertinggi sepanjang sejarah sebesar US$ 4,70 per galon.

 

8. Minnesota

Rata-rata harga saat ini: US$ 3,98

Rata-rata harga sebulan lalu: US$ 3,62

Kenaikan: 9,96%

Catatan: Pada 15 Juni 2022, Minnesota mencatat rekor harga rata-rata tertinggi sepanjang sejarah sebesar US$ 4,76 per galon.

 

9. Colorado

Rata-rata harga saat ini: US$ 4,16

Rata-rata harga sebulan lalu: US$ 3,80

Kenaikan: 9,59%

Catatan: Pada 21 Juni 2022, Colorado mencatat rekor harga rata-rata tertinggi sepanjang sejarah sebesar US$ 4,92 per galon.

 

10. Nebraska

Rata-rata harga saat ini: US$ 3,95

Rata-rata harga sebulan lalu: US$ 3,61

Kenaikan: 9,43%

Catatan: Pada 17 Juni 2022, Nebraska mencatat rekor harga rata-rata tertinggi sepanjang sejarah sebesar US$ 4,79 per galon.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya