Data Ekonomi Indonesia hingga China Bayangi IHSG Sepekan

Analis prediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepekan akan bergerak di kisaran 5.966-6.377.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 03 Agustus 2026, 07:02 WIB
Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepekan diprediksi menguat. Sentimen internal dan eksternal akan mempengaruhi laju IHSG sepekan, salah satunya data ekonomi Indonesia. Pada awal pekan ini akan rilis data inflasi.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG masih berpeluang menguat dengan kecenderungan terbatas. “IHSG akan bergerak di kisaran support 5.966 dan resistance di 6.377,” kata Herditya dalam catatannya.

Herditya menuturkan, ada sejumlah faktor yang akan mempengaruhi IHSG sepekan. Pertama, rilis data makro ekonomi Indonesia antara lain neraca dagang, inflasi dan cadangan devisa. Kedua, rilis data makro ekonomi China yakni neraca dagang dan PMI. Ketiga, rilis data pekerjaan Nonfarm Payroll Amerika Serikat. “Keempat, investor masih akan mencermati independensi dan kontinuitas kebijakan moneter Bank Indonesia, serta pergerakan nilai tukar rupiah,” ujar Herditya.

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan saham 27-31 Juli 2026. Kenaikan IHSG sepekan didorong sejumlah faktor internal dan eksternal termasuk the Federal Reserve (the Fed).

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu, 2 Agustus 2026, IHSG naik 0,64% ke level 6.236,12 dari pekan lalu di posisi 6.196,43. Kapitalisasi pasar BEI juga bertambah 0,48% menjadi Rp 10.923 triliun dari Rp 10.870 triliun pada pekan lalu.

Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG naik 0,64% selama sepekan. Dari sisi sentimen, ada sejumlah faktor yang mempengaruhi IHSG. Pertama, bank sentral Amerika Serikat atau the Federal Reserve (the Fed) masih mempertahankan suku bunga di 3,5%-3,75% pada Federal Open Market Committee (FOMC), meskipun ada beberapa pernyataan yang cenderung hawkish.

 

Sentimen IHSG Pekan Lalu

Seorang pria melihat ponselnya di depan layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (BAY ISMOYO/AFP)

Kedua, rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) AS yang lebih rendah dibandingkan dengan harapan serta inflasi Personal Consumption Expenditure (PCE) AS yang melandai. Ketiga, investor masih mencermati akan kondisi geopolitik Timur Tengah yang cenderung mereda, sehingga mendorong penurunan harga minyak dan meredakan kekhawatiran inflasi global.

“Keempat musim rilis laporan keuangan emiten kuartal kedua 2026,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.

Kelima, Herditya menuturkan, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS secara mundurnya Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

Selain itu, rata-rata nilai transaksi harian terpangkas 21,86% menjadi Rp 15,44 triliun dari Rp 19,76 triliun pada pekan lalu. Rata-rata volume transaksi harian BEI juga merosot 31,23% menjadi 30,04 miliar saham dari 43,68 miliar saham pekan lalu.

Tak hanya itu, rata-rata frekuensi transaksi harian juga melemah 31,88% menjadi 1,82 juta kali transaksi dari 2,,67 juta kali transaksi pada pekan lalu.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya