BNB Tunjukkan Sinyal Bullish, Tokenisasi Aset Jadi Penopang Kenaikan

Analis memproyeksikan harga BNB masih berpeluang naik menuju US$ 631 seiring meningkatnya tokenisasi aset dan aktivitas blockchain.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 03 Agustus 2026, 12:05 WIB
Ilustrasi kripto Binance Coin (BNB). (Gambar by AI)

Liputan6.com, Jakarta - Harga Binance Coin (BNB) kembali menarik perhatian pelaku pasar kripto setelah menunjukkan sinyal teknikal yang dinilai positif. Meski masih diperdagangkan jauh di bawah rekor tertingginya, sejumlah analis menilai BNB masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan.

Optimisme tersebut didukung kombinasi indikator teknikal serta meningkatnya aktivitas di jaringan BNB Chain, terutama dari perdagangan aset dunia nyata yang ditokenisasi (real-world asset tokenization).

Dikutip dari CoinMarketCap, Senin (3/8/2026), saat ini BNB diperdagangkan di kisaran US$ 575,26 dengan pergerakan yang relatif stabil dalam 24 jam terakhir. Berdasarkan analisis teknikal, BNB baru saja menembus pola inverse head and shoulders, yang sering dianggap sebagai sinyal pembalikan tren dari bearish menjadi bullish.

Analis kripto Umair Orakzai mengatakan level penembusan atau neckline kini menjadi area penting yang harus dipertahankan. Apabila harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan menuju area resistensi berikutnya akan semakin terbuka.

"Analis menyoroti bahwa kemampuan harga bertahan di atas area neckline sangat penting karena akan mengonfirmasi struktur bullish dan membuka peluang kenaikan menuju level resistensi US$ 631."

Di kalangan trader, respons terhadap pergerakan BNB pun beragam. Investor di pasar spot masih menikmati kenaikan tipis, sementara trader yang menggunakan transaksi dengan leverage dilaporkan mampu membukukan keuntungan hingga sekitar 20%. Meski begitu, sebagian pelaku pasar memilih menunggu koreksi harga sebelum kembali masuk ke pasar.

 

Peningkatan Aktivitas Ekonomi

Ilustrasi kripto Binance Coin (BNB). (Gambar by AI)

Selain faktor teknikal, penguatan BNB juga ditopang oleh meningkatnya aktivitas ekonomi di jaringan BNB Chain. Salah satu pendorong utamanya adalah pertumbuhan perdagangan aset dunia nyata yang ditokenisasi atau real-world assets (RWA), yang menjadi salah satu tren terbesar di industri blockchain saat ini.

Sepanjang kuartal II, nilai perdagangan saham yang telah ditokenisasi di BNB Chain mencapai sekitar US$ 2,3 miliar. Pada periode yang sama, volume transaksi di bursa terdesentralisasi (decentralized exchange/DEX) juga melonjak hingga 13 kali lipat dibandingkan periode sebelumnya.

Peningkatan aktivitas tersebut didorong oleh sejumlah layanan baru, seperti bStocks milik Binance, serta platform tokenisasi aset seperti Ondo Finance dan xStocks. Kehadiran berbagai layanan tersebut membuat aktivitas keuangan berbasis blockchain di jaringan BNB Chain semakin berkembang.

Lonjakan transaksi ini dinilai menunjukkan bahwa ekosistem BNB tidak hanya bergantung pada perdagangan aset kripto, tetapi juga mulai dimanfaatkan untuk menghadirkan instrumen keuangan digital yang merepresentasikan aset di dunia nyata. Semakin banyaknya produk yang tersedia di jaringan tersebut juga memperkuat daya tarik BNB sebagai aset utama dalam ekosistem BNB Chain.

 

Menguji Level US$ 631

Melihat kombinasi sinyal teknikal dan pertumbuhan fundamental tersebut, sejumlah analis menilai prospek BNB masih cukup positif dalam jangka menengah hingga panjang. Selama harga mampu bertahan di atas area support saat ini, peluang untuk menguji level US$ 631 dinilai masih terbuka.

Meski demikian, pergerakan BNB tetap akan dipengaruhi kondisi pasar kripto secara keseluruhan. Volatilitas Bitcoin, kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed), hingga sentimen terhadap aset berisiko masih menjadi faktor yang dapat memengaruhi arah harga dalam waktu dekat.

Di sisi lain, ekspansi ekosistem BNB Chain diperkirakan terus berlanjut seiring meningkatnya adopsi teknologi blockchain di sektor keuangan. Jika tren tokenisasi aset dunia nyata terus berkembang dan aktivitas transaksi di jaringan tetap meningkat, minat investor terhadap BNB berpotensi ikut bertambah.

Dengan kombinasi tersebut, BNB dinilai masih memiliki peluang untuk mencatatkan kenaikan lebih lanjut. Namun seperti aset kripto lainnya, investor tetap disarankan memperhatikan manajemen risiko karena fluktuasi harga dapat terjadi sewaktu-waktu di tengah perubahan sentimen pasar global.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya