Truk Tertemper Kereta Ambarawa Ekspres di Blora, Terseret hingga 100 Meter

Truk tertemper KA Ambarawa Ekspres di perlintasan sebidang Blora hingga terseret sekitar 100 meter. Lokomotif sempat rusak dan perjalanan kereta terganggu.

oleh Ahmad AdirinDiterbitkan 02 Agustus 2026, 11:50 WIB
Truk Ringsek Ditabrak KA Ambarawa Ekspres di Perlintasan Jati Blora, Sopir Luka Berat. (Liputan6/Ahmad Adirin)

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah truk tertemper Kereta Api (KA) Ambarawa Ekspres relasi Surabaya Pasarturi–Semarang Poncol di perlintasan sebidang JPL 80, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Sabtu (1/8/2026).

Akibat kecelakaan tersebut, truk mengalami kerusakan parah dan terseret sekitar 100 meter. Lokomotif KA Ambarawa Ekspres juga mengalami kerusakan sehingga perjalanan kereta sempat terganggu.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 09.00 WIB di KM 50+0/1 jalur hilir, petak jalan antara Stasiun Doplang dan Stasiun Sulur. Perlintasan tersebut dijaga secara swadaya oleh masyarakat.

Usai kecelakaan, KA 263 Ambarawa Ekspres melakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) di lokasi agar Awak Sarana Perkeretaapian (ASP) dapat melakukan pemeriksaan terhadap rangkaian kereta.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan seluruh awak kereta dalam kondisi selamat. Namun, pemeriksaan awal menemukan kerusakan pada bagian lokomotif.

“Kami segera mengirimkan lokomotif pengganti dari Depo Lokomotif Semarang Poncol agar perjalanan kereta dapat dilanjutkan setelah seluruh pemeriksaan teknis selesai,” ujar Luqman.

Hasil pemeriksaan menunjukkan selang air brake pada lokomotif patah sehingga kereta tidak dapat langsung melanjutkan perjalanan.

Setelah lokomotif pengganti tiba dan seluruh pemeriksaan teknis dinyatakan selesai, KA Ambarawa Ekspres kembali diberangkatkan dari Stasiun Sulur pada pukul 10.20 WIB.

 

Truk Terseret hingga 100 Meter

Truk Ringsek Ditabrak KA Ambarawa Ekspres di Perlintasan Jati Blora, Sopir Luka Berat

Kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk menyelidiki penyebab kecelakaan.

Kanit Reskrim Polsek Jati Ipda Adi Bowo mengatakan, berdasarkan keterangan saksi, truk melintas dari arah utara menuju selatan saat KA Ambarawa Ekspres melaju di jalur tersebut.

“Dengan adanya laporan tersebut kemudian petugas Polsek Jati bersama Unit Gakkum dan Inafis Polres Blora mendatangi TKP untuk melakukan olah TKP,” kata Adi.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, truk tertemper kereta hingga terseret sekitar 100 meter.

“Sedangkan bodi truk terseret dan berada di tengah-tengah rel hulu dan hilir, sedangkan salah satu ban truk terlempar dan menghantam Honda Supra-X Nopol K-5111-GN yang sedang parkir di tepi sawah dekat kejadian,” jelasnya.

Akibat kecelakaan tersebut, sopir truk mengalami sejumlah luka serius. Korban mengalami luka robek di kepala dan pelipis kanan, pembengkakan pada leher, serta fraktur tertutup pada paha kanan.

Korban sempat mendapat penanganan di UPTD Puskesmas Doplang sebelum dirujuk ke salah satu rumah sakit di Solo untuk menjalani perawatan lebih lanjut.

Sementara itu, petugas mengevakuasi bangkai truk yang mengalami kerusakan parah agar tidak mengganggu perjalanan kereta api.

Luqman menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan atas gangguan perjalanan KA Ambarawa Ekspres akibat kecelakaan tersebut.

“Kami menyayangkan kejadian ini dan memohon maaf kepada pelanggan kereta api, khususnya pengguna KA Ambarawa Ekspres yang perjalanannya mengalami gangguan,” ujar Luqman.

Ia menegaskan keselamatan perjalanan kereta api menjadi prioritas utama. Penanganan kecelakaan dilakukan sesuai prosedur untuk memastikan seluruh aspek keselamatan terpenuhi sebelum perjalanan kereta dilanjutkan.

“Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait dan akan menyampaikan informasi lebih lanjut setelah proses penanganan serta pendataan selesai,” katanya.

 

KAI Perkuat Sosialisasi Keselamatan

KAI Daop 4 Semarang terus melakukan sejumlah langkah pencegahan untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan di perlintasan sebidang.

Selama Januari hingga Juli 2026, KAI Daop 4 Semarang telah melaksanakan 216 kali sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang serta 21 kali sosialisasi keselamatan perkeretaapian di sekolah.

Selain itu, KAI telah menutup 14 titik perlintasan liar yang dinilai membahayakan perjalanan kereta maupun pengguna jalan.

Luqman mengatakan berbagai langkah tersebut dilakukan untuk membangun budaya keselamatan sekaligus menekan risiko kecelakaan di wilayah operasional KAI Daop 4 Semarang.

KAI kembali mengingatkan pengguna jalan agar selalu mendahulukan perjalanan kereta api saat melintasi perlintasan sebidang. Pengendara juga diminta berhenti sebelum melintasi rel, melihat ke arah kanan dan kiri, serta memastikan kondisi aman sebelum melanjutkan perjalanan.

“Keselamatan perjalanan kereta api merupakan tanggung jawab bersama. Kepatuhan masyarakat terhadap aturan di perlintasan sebidang sangat penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan serupa,” pungkas Luqman.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya