Update Gempa Jepang: Operasi Penyelamatan di Aeon Mall Berakhir

Fokus penanganan kini beralih ke pemulihan krisis air bersih dan penataan posko di tengah lonjakan kerusakan bangunan akibat gempa.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 01 Agustus 2026, 22:44 WIB
Warga berjalan bersama anjingnya melewati bangunan yang runtuh akibat gempa bumi di Yatsushiro, prefektur Kumamoto, Rabu, 29 Juli 2026. (Juntaro Yokoyama/Kyodo News via AP)

Liputan6.com, Tokyo - Pihak berwenang pada Sabtu mengakhiri operasi pencarian dan penyelamatan besar-besaran yang telah berlangsung selama beberapa hari di sebuah pusat perbelanjaan yang ambruk di Jepang barat daya. Operasi tersebut dilakukan setelah gempa pada awal pekan menewaskan 36 orang.

Gempa magnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto di Pulau Kyushu, wilayah selatan Jepang, pada Selasa (28/7/2026). Aeon Mall di Kashima menjadi salah satu lokasi yang mengalami kerusakan paling parah. Ledakan yang terjadi setelah gempa membuat sejumlah dinding dan lantai dua bangunan tersebut runtuh.

Perusahaan pengelola menduga ledakan dipicu oleh kebocoran gas. Saat ledakan terjadi, sekitar 3.000 pengunjung telah dievakuasi ke area parkir setelah gempa, tetapi sejumlah karyawan masih berada di dalam gedung.

Selama lima hari pencarian, petugas berhasil menyelamatkan lima orang dari balik reruntuhan dan menemukan jenazah tujuh orang lainnya. Pada Sabtu (1/8), pejabat setempat menyatakan seluruh orang yang sebelumnya dilaporkan hilang di lokasi tersebut telah ditemukan. Operasi pencarian di pusat perbelanjaan itu pun dihentikan.

Sementara itu, jumlah keseluruhan orang yang masih hilang di Prefektur Kumamoto belum diketahui. Pencarian masih terus dilakukan dengan melibatkan ribuan personel Pasukan Bela Diri Jepang, polisi, petugas penyelamat, dan anjing pelacak.

Dalam rapat satuan tugas pemerintah pada Sabtu, Perdana Menteri Sanae Takaichi meminta tim penyelamat memastikan tidak ada seorang pun yang tertinggal.

Di lokasi lain yang juga terdampak parah di Prefektur Kumamoto, sebuah cerobong di pabrik Nippon Paper Industries di Kota Yatsushiro roboh dan menjebak 11 karyawan. Menurut pejabat setempat seperti dilaporkan Associated Press, sembilan orang telah dipastikan meninggal dunia, sedangkan dua lainnya berhasil diselamatkan.

Pihak berwenang mencatat 103 orang terluka akibat gempa di Kumamoto. 

 

Krisis Air dan Cuaca Ekstrem

Sebuah kendaraan melintas di dekat rumah-rumah yang runtuh setelah gempa bumi di Yatsushiro, Prefektur Kumamoto, Rabu, 29 Juli 2026. (Juntaro Yokoyama/Kyodo News via AP)

Salah satu persoalan terbesar yang kini dihadapi Prefektur Kumamoto adalah terganggunya pasokan air bersih ke hampir 70.000 rumah. Kelangkaan bahan bakar juga terjadi ketika Jepang dilanda cuaca sangat panas, sehingga memunculkan kekhawatiran akan meningkatnya gangguan kesehatan akibat suhu tinggi.

Badan Meteorologi Jepang mencatat suhu di Kota Kumamoto mencapai 36,6 derajat Celsius pada Sabtu, yang termasuk dalam kategori panas ekstrem.

Lebih dari 9.000 orang masih tinggal di tempat-tempat pengungsian yang penuh sesak, antara lain pusat kegiatan masyarakat, gedung olahraga sekolah, dan ruang kelas yang dialihfungsikan. Banyak warga lainnya memilih tidur di dalam mobil yang diparkir di halaman balai kota dan taman, atau bermalam di luar rumah demi mendapatkan lebih banyak privasi.

Para ahli sejak lama mengkritik kondisi tempat pengungsian darurat di Jepang yang kerap terlalu padat. Minimnya fasilitas sanitasi dan ruang pribadi dinilai dapat menambah tekanan serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan bagi warga terdampak bencana.

Takaichi mengatakan pemerintah terus mengirimkan air, makanan, dan berbagai kebutuhan lain ke tempat-tempat pengungsian. Bantuan tersebut mencakup toilet portabel, pendingin udara, dan sekat pembatas untuk memperbaiki kondisi para pengungsi.

"Pemerintah bertekad melakukan segala hal yang kami bisa," kata Takaichi.

Pemerintah prefektur menyatakan telah menerima lebih dari 1.500 laporan mengenai terputusnya aliran listrik hingga Sabtu. Namun, perusahaan listrik setempat yang melayani wilayah Kyushu mengatakan belum menerima laporan langsung mengenai pemadaman.

Lebih dari 180 rumah dilaporkan hancur akibat gempa. Data terbaru juga menunjukkan hampir 3.500 bangunan mengalami kerusakan, nyaris dua kali lipat dari jumlah yang dilaporkan pada Jumat. Pemerintah Prefektur Kumamoto mencatat 20 bangunan di antaranya rusak parah.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya