Kronologi Turnamen Danlanud Cup Purbalingga Ricuh, Wasit Dikeroyok Massa

Wasit pengganti dari TNI akhirnya memimpin turnamen.

oleh Arief PramonoDiterbitkan 01 Agustus 2026, 15:29 WIB
Semifinal Danlanud Cup Purbalingga diwarnai kericuhan

Liputan6.com, Jakarta - Semifinal Turnamen Danlanud Cup 2026 yang mempertemukan laga Andalas FC melawan Gama Adipasir di Lapangan Garuda Manunggal Lanud Wirasaba, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, berubah menjadi arena kekacauan.

Seorang wasit diduga menjadi korban pengeroyokan, dikejar massa yang nekat menerobos masuk ke lapangan. Insiden yang terekam video dan viral di media sosial itu, memaksa aparat TNI mengevakuasi wasit menggunakan ambulans ke rumah sakit.

Pertandingan semifinal ini awalnya berlangsung normal. Laga tersebut mendapat pengawalan personel TNI AU, ambulans dan tenaga medis yang telah disiagakan panitia.

Namun suasana berubah drastis ketika pertandingan memasuki menit ke-17. Saat skor masih imbang 0-0, wasit Ridho Bekti Utomo meniup peluit, usai terjadi pelanggaran di area pertahanan Gama Adipasir.

Perwakilan pengurus Askab PSSI Purbalingga, Uut Triyas Yanuar menyebut, keputusan wasit sebenarnya telah diterima oleh kedua tim. Meski demikian, sejumlah official Andalas FC mendatangi meja pertandingan untuk melayangkan protes.

"Kick off dimulai normal sesuai prosedur dan regulasi. Setelah permainan berjalan sekitar 17 menit dengan skor 0-0, terjadi pelanggaran di daerah Gama FC dan wasit memberikan keputusan yang sebenarnya sudah bisa diterima kedua tim," ujar Uut, Sabtu (1/8/2026).

Situasi di lapangan kemudian memanas. Sejumlah orang yang diduga merupakan suporter Andalas FC, masuk ke dalam lapangan dari berbagai arah. Mereka mengejar perangkat pertandingan, termasuk wasit utama.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan Ridho Bekti Utomo berlari menghindari kejaran massa sebelum akhirnya diduga menjadi korban pengeroyokan.

Sementara itu, asisten wasit Rio Wahyu juga dilaporkan terkena lemparan botol plastik. Kepala Rio Wahyu terluka akibat lemparan benda keras yang diduga berasal dari arah penonton.

Akibat insiden tersebut, Ridho dievakuasi menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Emanuel Klampok untuk mendapatkan perawatan.

"Setelah pengeroyokan tersebut wasit dilarikan dengan ambulans ke RS rujukan terdekat RS Emanuel Klampok," terang Uut.

Demi alasan keamanan, panitia sempat menghentikan jalannya laga. Namun pihak Andalas FC meminta pertandingan tetap dilanjutkan.

Panitia kemudian menunjuk seorang wasit pengganti dari unsur TNI AU untuk memimpin pertandingan, sementara dua asisten wasit dari PSSI tetap menjalankan tugasnya.

Meski laga kembali berlangsung, ketegangan belum mereda. Kericuhan kembali pecah, setelah perangkat pertandingan kembali mendapat protes hingga harus menjauh dari lapangan untuk menghindari amukan massa.

Rangkaian pertandingan akhirnya tetap diselesaikan. Andalas FC tampil sebagai pemenang dengan skor 1-0, setelah mencetak gol menjelang laga usai.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya