FIFA Pacu Kajian 64 Tim untuk Piala Dunia 2030

FIFA berusaha memastikan rencana Piala Dunia diikuti 64 tim pada 14 Agustus.

oleh Aning JatiDiterbitkan 31 Juli 2026, 23:39 WIB
Gianni Infantino, Presiden FIFA, melambaikan tangan kepada penonton sebelum pertandingan babak 16 besar Piala Dunia Antarklub 2025 antara CR Flamengo dan FC Bayern München di Hard Rock Stadium pada 29 Juni 2025 di Miami Gardens, Florida. (Michael Reaves/Getty Images via AFP)

Liputan6.com, Jakarta - FIFA mempercepat proses konsultasi untuk menilai kemungkinan menambah jumlah peserta menjadi 64 tim pada Piala Dunia 2030. Dokumen internal yang diperoleh ESPN menyebut keputusan awal atas rencana ini ditargetkan pada 14 Agustus.

Langkah itu berlangsung ketika Presiden FIFA Gianni Infantino mendorong 211 asosiasi anggota menyetujui penjualan sebagian kepemilikan atas kompetisi utama FIFA melalui skema FIFA Forward Enterprise (FFE) senilai US$ 20 miliar. Penolakan dari sejumlah konfederasi besar membuat dinamika pembahasan kian intens.

Piala Dunia 2026 yang dimenangi Spanyol menjadi edisi pertama dengan 48 tim. Usulan untuk kembali memperbesar format ke 64 tim sebelumnya disebut sempat ditolak secara internal, namun FIFA kini membuka kajian baru dengan rencana menunjuk lembaga independen untuk menilai dampaknya terhadap turnamen dan ekosistem sepak bola.


Agenda Kajian: 30 Juli–11 September

Momen itu juga disaksikan Presiden FIFA Gianni Infantino yang turut hadir di pertandingan Iran vs Kosta Rika. (AP Photo/Riza Ozel)

Menurut dokumen setebal lima halaman yang dilihat ESPN, FIFA mulai membagikan bahan kajian pada Kamis (30/7/2026). Studi itu berjudul Potential expansion of the FIFA World Cup to 64 teams dan memberi waktu 15 hari untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk masukan dari lembaga independen yang dijadwalkan masuk pada 7 Agustus.

Keputusan awal direncanakan terbit sebelum laporan analisis lengkap diserahkan pada 11 September. Tanggal keputusan itu jatuh hanya delapan hari sebelum batas akhir yang ditetapkan Infantino untuk menghimpun persetujuan atas rencana pelepasan sebagian kepemilikan kompetisi FIFA kepada investor swasta.

FIFA menyatakan tengah mempertimbangkan implikasi strategis apabila format Piala Dunia melewati batas 48 peserta mulai edisi 2030. Penunjukan pihak independen diproyeksikan mengulas aspek penyelenggaraan turnamen, kompetisi domestik dan internasional, hingga konsekuensi terhadap kalender sepak bola global.


Kontroversi FFE

Bagian paling sensitif dari proposal FFE adalah rencana menjual sebagian kepemilikan kompetisi utama FIFA kepada konsorsium investor senilai US$ 20 miliar. Thrive Eternal, perusahaan yang didirikan Joshua Kushner, adik menantu Donald Trump, Jared Kushner, disebut diproyeksikan memimpin kelompok investor tersebut.

UEFA menolak rencana itu dan menyatakan akan memboikot kompetisi FIFA sampai proyek tersebut dibatalkan. Penolakan serupa datang dari AFC dan Concacaf, menandai jurang perbedaan pandangan yang lebar antara FIFA dan tiga konfederasi besar di Eropa, Asia, serta Amerika Utara, Tengah, dan Karibia.

Lanjut Baca:

ESPN juga melaporkan pada Jumat pagi waktu setempat, penasihat senior Infantino, Carlos Cordeiro, mengumumkan pengunduran diri. Bankir investasi tersebut menyebut proposal FFE sebagai kesepakatan yang buruk bagi sepak bola.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya