Liputan6.com, Sukabumi - Seorang gadis muda asal Kampung Segog, Desa Batununggal, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Shely (18), dilaporkan hilang secara misterius sejak Senin (27/7/2026). Karyawati PT Cosmo Cibadak itu tak kunjung kembali usai pamit membeli kuota internet saat hendak berangkat kerja shift siang.
Kakak kandung korban, Eris Harismawan, menceritakan bahwa adiknya terakhir terlihat sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, Shely berangkat bersama kakak iparnya sebelum memisahkan diri di pangkalan ojek dekat rumah.
Advertisement
"Sampai depan, keponakannya dititipin ke ojek. Tapi Shely bukan jalan ke arah pabrik, malah lari ke arah sebaliknya ke arah Sukabumi," ujar Eris, Jumat (31/7/2026).
Pihak keluarga mulai panik setelah ponsel milik korban mendadak tidak dapat dihubungi sama sekali pada hari yang sama.
"Dari jam 13.22 WIB hari Senin itu, HP dan WA-nya langsung tidak aktif semua," kata Eris.
Penelusuran mandiri oleh pihak keluarga justru mengungkap sejumlah kejanggalan. Sehari sebelum menghilang, Shely sempat pamit pergi ke Cibadak bersama temannya. Namun, teman yang bersangkutan membantah dan mengaku sedang bekerja di toko kue.
"Pas saya desak, temannya mengaku hari Minggu itu dia kerja di toko kue dan tidak ketemu Shely. Berarti di situ Shely sudah ada unsur bohong," ungkap Eris.
Kecurigaan semakin menguat setelah saksi mata melihat korban berada di depan Perumahan Grand Hill dan dijemput seorang pria berkendara Honda Beat hitam.
Di sisi lain, saksi di pangkalan ojek melihat korban dijemput figur berpenampilan tomboy yang mengendarai Kawasaki Ninja hijau 2-tak.
"Kami curiga apakah ini orang yang sama tapi ganti motor, atau justru orang yang berbeda," tutur Eris.
Keluarga Enggan Lapor Polisi
Meski sudah memasuki hari keempat pencarian, keluarga belum membuat laporan resmi ke pihak kepolisian. Pihak keluarga masih menaruh harapan besar Shely dapat pulang ke rumah dengan selamat.
"Belum lapor polisi, karena masih besar harapan keluarga Shely bisa pulang sendiri. Takutnya kalau langsung lapor malah bikin resah," terangnya.
Saat pergi dari rumah, Sherly tidak membawa pakaian ganti. Ia hanya membawa tas kain kecil, mengenakan sweater biru, celana panjang krem, sepatu, serta tidak mengenakan hijab.
Pihak keluarga memohon bantuan masyarakat yang melihat atau mengetahui keberadaan korban untuk segera memberikan informasi.