IHSG Dibuka Menghijau Ditopang Penguatan Seluruh Sektor

Didorong penguatan 340 saham dan seluruh sektor di zona hijau, IHSG menguat pada pembukaan perdagangan saham akhir Juli 2026.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 31 Juli 2026, 09:10 WIB
Pekerja berjalan dekat layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (KLY/ Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tetap menghijau pada pembukaan perdagangan saham di akhir Juli ini. Seluruh sektor menguat dengan sektor bahan baku memimpin kenaikan.

Mengutip data RTI, Jumat (31/7/2026), IHSG hari ini dibuka naik ke level 6.219,62 dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya di level 6.186,36. Saat dipantau pukul 09.07 WIB, IHSG menguat 0,40% menuju level 6.211,70.

Indeks saham LQ45 juga menguat 0,27% ke level 920,22. Sebagian besar indeks saham acuan lainnya turut bergerak menghijau.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 6.230,35 dan level terendah di 6.213,63. Sebanyak 340 saham tercatat menguat sehingga berhasil menopang laju IHSG. Sementara itu, 133 saham melemah dan 200 saham stagnan.

Total volume perdagangan saham mencapai 2,7 miliar saham dengan nilai transaksi harian sebesar Rp 1 triliun. Sementara itu, posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 16.350.

Dari 11 sektor saham yang ada, seluruhnya berada di zona hijau. Sektor bahan baku (basic materials) memimpin penguatan dengan kenaikan sebesar 1,34%. Sektor energi menyusul dengan menguat 1,24%, serta sektor industri yang naik 1,14%.

Prediksi IHSG Hari Ini

Pekerja mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.. (KLY/ Arie Basuki)

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah tetapi ada potensi menguat terbatas pada perdagangan saham Jumat, (31/7/2026). Area koreksi IHSG hari ini untuk dicermati di kisaran 5.970-6.029. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG melonjak 1,56% ke 6.186, dan disertai dengan munculnya volume pembelian, pergerakan IHSG pun cenderung menyempit di rentang moving average (MA) 20 harian dan 60 harian pada Kamis, 30 Juli 2026.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave iv dari wave © dari wave [iv], cermati area 5.970-6.029 sebagai area koreksinya.

“Adapun kami perkirakan, area penguatan terdekatnya berada di 6.172-6.219,” ujar Herditya dalam catatannya.

Ia memperkirakan, IHSG akan bergerak di level support 6.007,5.839 dan level resistance 6.266,6.377.

Sementara itu, dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpeluang menguat terbatas dengan level support dan level resistance 6.130-6.260.

Rekomendasi Saham

Pekerja mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (KLY/ Arie Basuki)

Untuk rekomendasi saham hari ini, dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, saham PT Timah Tbk (TINS), PT Indosat Tbk (ISAT), dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Timah Tbk (TINS).

 

Rekomendasi Teknikal

 

1.PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) - Buy on Weakness

Saham AADI menguat 4,80% ke 9.275 dan disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian. “Kami memperkirakan, posisi AADI saat ini berada pada bagian awal dari wave [v] dari wave C,” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 9.025-9.200

Target Price: 9.400, 9.650

Stoploss: below 8.900

 

2.PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) - Buy on Weakness

Saham BBRI menguat 2,40% ke 2.990 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, penguatan BBRI pun mampu berada di atas MA60-nya. “Kami memperkirakan, posisi BBRI saat ini berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c],” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 2.950-2.980

Target Price: 3.080, 3.190

Stoploss: below 2.940

 

3. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) - Buy on Weakness

Saham DEWA menguat 2,27% ke 450 dan masih didominasi oleh tekanan jual, pergerakan DEWA pun cenderung sideways dalam jangka pendek. Herditya menuturkan, pihaknya memperkirakan, posisi DEWA saat ini berada pada bagian dari wave [iv] dari wave C.

Buy on Weakness: 392-414

Target Price: 486, 550

Stoploss: below 358.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya