MRT Jakarta: Pedestrian Deck Dukuh Atas Bikin Akses Antarmoda Ringkas

MRT Jakarta: Pedestrian Deck Dukuh Atas Bakal Bikin Akses Antarmoda Lebih Ringkas

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 30 Juli 2026, 20:30 WIB
Advisor Program Management Office Division MRT Jakarta, Agus Trihan menjelaskan pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas dalam rangkaian MRTJ Fellowship Program 2026 di Jakarta, Kamis (30/7/2026). (Liputan6.com/Winda Nelfira).

Liputan6.com, Jakarta - PT MRT Jakarta tengah membangun Pedestrian Deck Dukuh Atas yang disebut akan memangkas waktu tempuh perjalanan pejalan kaki maupun pengguna transportasi umum di kawasan transit terpadu (Transit Oriented Development/TOD) Dukuh Atas. Infrastruktur berbentuk cincin itu akan membuat perpindahan antarmoda menjadi lebih cepat.

Advisor Program Management Office Division MRT Jakarta, Agus Trihan mengatakan, hasil kajian dilakukan bersama konsultan menunjukkan bahwa keberadaan pedestrian deck akan mengurangi durasi perjalanan masyarakat beraktivitas di kawasan Dukuh Atas.

"Dari kajian konsultan kami bahwa dengan dibangunnya deck ini akan ada pengurangan durasi waktu perjalanan lah untuk pengguna transportasi publik ataupun pejalan kaki dari area-area kawasan-kawasan ini yang akan membuat perjalanan lebih nyaman,” kata Agus dalam rangkaian MRTJ Fellowship Program 2026 di Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Advisor Program Management Office Division MRT Jakarta, Agus Trihan menjelaskan pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas dalam rangkaian MRTJ Fellowship Program 2026 di Jakarta, Kamis (30/7/2026). (Liputan6.com/Winda Nelfira).

Dia menjelaskan, kajian menunjukan bahwa sebagian besar perpindahan antarmoda berpotensi memangkas waktu tempuh sekitar dua hingga tiga menit.

Sementara itu, penghematan waktu yang paling signifikan diperkirakan terjadi pada rute dari kawasan Gedung Landmark menuju Shangri-La. Pasalnya, saat ini para pejalan kaki harus turun ke bawah, memutar, hingga harus kembali naik untuk mencapai tujuan.

“Dengan adanya dek ini, kami memperkirakan bisa menghemat waktu tempuh sekitar empat hingga lima menit karena jalurnya menjadi jauh lebih praktis dan langsung,” ucap Agus.

Menurut Agus, pengurangan waktu tempuh itu diharapkan membuat perjalanan pejalan kaki maupun pengguna transportasi umum menjadi lebih nyaman, terutama saat berpindah moda transportasi.

“Apalagi nanti kalau misalnya concern kita kan kayak panas, hujan gitu. Dengan adanya infrastruktur ini akan membuat perjalanan jadi lebih nyaman dan lebih menarik buat orang. Kalau enggak orang ya mungkin akan tetap, ‘eh bawa mobil aja deh’,” kata dia.

Agus menyampaikan pembangunan pedestrian deck berangkat dari kondisi kawasan Dukuh Atas yang masih terfragmentasi menjadi empat kuadran. Meski telah menjadi simpul berbagai moda transportasi publik, seperti MRT, KRL Commuter Line, Transjakarta, LRT Jabodebek, hingga LRT Jakarta, konektivitas antarkawasan bagi pejalan kaki di kawasan Dukuh Atas masih belum optimal.

Dia mencontohkan, pejalan kaki yang berpindah dari satu kawasan ke kawasan lain masih harus turun ke permukaan jalan dan memutar cukup jauh sehingga perjalanan menjadi tidak efisien. Oleh karena itu, pedestrian deck dirancang untuk menghubungkan empat kawasan tersebut sekaligus mempermudah perpindahan antarmoda.

“Deck ini adalah sebuah katalis gitu. Justru ini membuat mendorong buat seluruh transportasi publik di sekitar sini, untuk ayo kembangin yuk, connect-in ke sini biar semuanya makin lebih seamless, dengan menjawab pertama adalah isu fragmentasi kawasan,” ujar Agus.

Fasilitas bagi pejalan kaki ini dirancang melingkar dengan diameter sekitar 118 meter dan lebar kurang lebih 12 meter. Adapun Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan Pedestrian Deck Dukuh Atas rampung pada 2028.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya