Liputan6.com, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengaku sudah melapor ke Presiden Prabowo Subianto terkait marak kepala daerah terjerat Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurut Tito, Prabowo sudah berkali-kali mengingatkan agar pejabat negara termasuk kepala daerah tidak korupsi.
"Kalau untuk penanganan korupsi beliau (Presiden) selalu mendukung," kata Tito di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Advertisement
Menurut Tito, perlu ada program atau pelatihan terkait penguatan kemampuan calon kepala daerah sebelum resmi menjabat. Sebab, banyak kepala daerah berberlatar belakang artis, pengusaha, maupun berlatar belakang profesi lain.
Tito juga memastikan akan terus berkoordinasi dengan KPK untuk mencegah kasus korupsi terus. "Dengan adanya OTT-OTT KPK ini, saya sudah bekerja sama dengan KPK, sudah saya temui. Kami akan keliling ke sepuluh titik ya mulai minggu depan," kata dia.
Diketahui, dari tahun 2025 hingga 29 Juli 2026, terdapat 17 kepala daerah hasil Pilkada 2024 yang ditangkap KPK. Terbaru pada 29 Juli 2026, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro terjerat OTT KPK.