Prabowo Minta Penyambutan Berlebihan Dihentikan

Presiden Prabowo Subianto meminta kepala daerah tidak lagi mengerahkan masyarakat untuk menyambut kunjungannya.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 30 Juli 2026, 17:02 WIB
Presiden Prabowo Subianto di acara Puncak Perayaan Hari Koperasi Nasional Ke-79 Tahun 2026 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (12/7/2026).

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meminta kepala daerah tak lagi mengerahkan masyarakat untuk menyambut kedatangannya saat berkunjung ke daerah.

Hal ini disampaikan  saat menghadiri Akad Massal 62.000 Unit KPR Rumah Subsidi dan KUR Perumahan Rakyat Sebesar Rp880 Miliar di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).

Dia mengaku kasihan melihat warga yang berdiri di tepi jalan saat terik matahari.

"Walaupun saya sekali lagi ngomong gubernur, bupati, tidak perlu dikerahkan rakyat sebegitu banyak untuk saya. Saya senang ketemu dengan rakyat tapi kalau dikerahkan saya kasihan dia nunggu panas itu," kata Prabowo.

Dia senang dapat bertemu dan menyapa masyarakat setiap berkunjung ke suatu daerah. Prabowo pun merasakan kehangatan sambutan rakyat kepadanya.

"Saya senang kalau ke daerah-daerah. Hari ini saya rasakan di Batang, beberapa saat saya di Jawa Barat, Jawa Timur, Gorontalo. Dari daerah mana-mana saya rasakan hangatnya rakyat," tuturnya.

Namun, Prabowo merasa kasihan jika masyarakat dikerahkan untuk menyambut kehadirannya di jalan-jalan menahan terik. Dia menekankan hal terpenting pemerintah terus bekerja untuk kesejahteraan rakyat.

"Santai-santai saja. Yang penting kita bekerja untuk rakyat," jelas Prabowo.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya