Kisah Widodo, Mantan Sales Jadi Pengembang Rumah Subsidi yang Diresmikan Prabowo

Menteri PKP Maruarar Sirait beberkan kisah inspiratif Widodo, mantan tenaga pemasar yang kini sukses membangun puluhan ribu rumah subsidi di Batang.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 30 Juli 2026, 17:20 WIB
Ilustrasi anak-anak saat bermain di kompleks perumahan subsidi. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mengungkapkan sosok pengembang di balik berdirinya 62.000 unit rumah subsidi yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto. Pria bernama Widodo tersebut sukses menjadi pengembang papan atas meskipun berlatar belakang sebagai tenaga pemasar (sales).

Maruarar menyampaikan bahwa peresmian akad massal KPR di Batang, Jawa Tengah, ini merupakan lokasi ketiga yang diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto. Lokasi ini dikembangkan oleh Widodo, mantan sales yang kini mencatatkan keuntungan hingga Rp 30 miliar per tahun.

"Hari ini akad massal yang ketiga di Batang, Jawa Tengah, di perumahan yang dimiliki Saudara Widodo. Dulu dia seorang sales, Pak, sekarang dia pengembang yang sukses dengan keuntungan Rp 30 miliar satu tahun, Pak," ujar Maruarar dalam acara Akad Massal KPR Rumah Subsidi di Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).

Kisah Widodo memiliki kemiripan dengan dua pengembang rumah subsidi sebelumnya yang lokasinya juga sempat diresmikan oleh Prabowo.

 

 

Pemerataan dan Distribusi Ekonomi

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, dalam acara Akad Massal KPR Rumah Subsidi di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).

Angga di Cileungsi, Jawa Barat. Adalah mantan office boy (OB) yang kini sukses menjadi pengembang rumah subsidi dengan raihan keuntungan mencapai Rp 50 miliar.

Selain itu juga Wawan di Serang, Banten. Mantan pengemudi ojek di Batam yang dibesarkan oleh seorang ibu rumah tangga. Lokasi proyek perumahan yang dikembangkannya mencakup 50.000 unit rumah pada Desember 2025.

Menurut Maruarar, ketiga kisah inspiratif tersebut menjadi bukti nyata terjadinya pemerataan dan distribusi ekonomi di sektor perumahan melalui para pelaku usaha yang merintis dari bawah.

"Sesuai arahan Bapak Presiden, ekonomi harus terdistribusi dan tidak boleh hanya berputar di satu kelompok. Kami berusaha menjalankan itu dengan sungguh-sungguh agar pengusaha daerah bisa maju dan sukses. Nanti di Jawa Timur kami juga akan tunjukkan pengusaha yang berproses dari bawah hingga sukses di bidang perumahan," terangnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya