Liputan6.com, Jakarta - Penampilan Agnes Rahajeng di ajang Miss Supranational 2026 kembali mencuri perhatian. Setelah tampil dengan gaun serba emas, Agnes Rahajeng dengan bangga memamerkan keindahan budaya Indonesia lewat kostum nasional.
Ajang Miss Supranational 2026 bukan hanya menjadi panggung bagi para finalis untuk memamerkan kecantikan dan kemampuan mereka, tetapi juga menjadi kesempatan memperkenalkan identitas budaya dari masing-masing negara. Di malam National Costume Competition, wakil Indonesia, Agnes Rahajeng, sukses mencuri perhatian lewat busana spektakuler yang mengangkat sosok Dewi Sri, dewi kemakmuran yang begitu lekat dalam tradisi agraris Nusantara.
Advertisement
Mengusung tema "The Enchanted Harvest of Dewi Sri: Gemah Ripah Loh Jinawi – A Vision of a World that Thrives in Harmony", kostum rancangan desainer lokal Dibba menghadirkan interpretasi modern mengenai sosok Dewi Sri sebagai lambang kesuburan, kemakmuran, harapan, perlindungan, sekaligus pengingat pentingnya menjaga kekayaan alam Indonesia.
Alih-alih hanya menghadirkan kostum megah, karya ini menyampaikan narasi tentang hubungan harmonis antara manusia dan alam yang telah menjadi bagian dari budaya Indonesia selama berabad-abad.
Siluet Dramatis Terinspirasi Dewi Padi
Sejak pertama melangkah di panggung, Agnes Rahajeng tampil bak sosok dewi yang turun dari kahyangan. Siluet kostumnya dibuat tinggi dan megah dengan struktur menyerupai gaun kerajaan yang dipadukan elemen teatrikal khas kompetisi National Costume.
Bagian bodice dibuat mengikuti lekuk tubuh sehingga menghasilkan siluet yang tegas sekaligus elegan. Warna emas menjadi dominasi utama sebagai simbol kejayaan, panen melimpah, dan kemakmuran. Sentuhan hijau zamrud yang muncul pada beberapa detail merepresentasikan hamparan sawah subur yang menjadi denyut kehidupan masyarakat Indonesia.
Rok berukuran besar dengan konstruksi bertingkat menciptakan efek dramatis saat Agnes berjalan di atas panggung. Dari kejauhan, keseluruhan busana tampak menyerupai ladang padi yang bergelombang tertiup angin.
Detail Padi Jadi Elemen Utama
Keunikan kostum ini terletak pada penggunaan ornamen yang terinspirasi langsung dari bulir padi. Detail tersebut menghiasi hampir seluruh bagian busana, mulai dari bodice, rok, hingga struktur belakang yang menjulang tinggi.
Bulir-bulir padi divisualisasikan melalui susunan ornamen berwarna emas yang dikerjakan dengan teknik aplikasi tiga dimensi sehingga menghadirkan tekstur yang kaya. Efek kilau dari material metalik membuat setiap detail tampak hidup ketika terkena sorotan lampu panggung.
Tak hanya menjadi dekorasi, motif padi juga memperkuat filosofi Dewi Sri sebagai penjaga hasil bumi dan simbol keberlimpahan dalam budaya Indonesia. Sebagai kostum untuk kompetisi internasional, Dibba menghadirkan perpaduan material premium yang menghasilkan tampilan mewah tanpa menghilangkan nilai budaya.
Lapisan kain bertekstur dipadukan dengan aplikasi kristal, payet, manik-manik, serta bordir berwarna emas yang disusun secara detail untuk menciptakan efek berkilau dari berbagai sudut. Teknik pengerjaan tangan (hand-embellishment) terlihat mendominasi hampir seluruh permukaan kostum sehingga menghasilkan dimensi yang kaya.
Kombinasi material transparan dan struktur kokoh juga memberi kesan ringan meski kostum tampil megah, memungkinkan Agnes bergerak dengan anggun selama sesi presentasi.
Mahkota dan Sayap Megah yang Sarat Makna
Penampilan Agnes semakin memukau berkat headpiece berukuran besar yang menyerupai mahkota kerajaan. Desainnya memadukan bentuk-bentuk organik yang terinspirasi dari tanaman padi, dedaunan, serta ornamen tradisional Indonesia.
Di bagian belakang, struktur menyerupai sayap raksasa menjadi pusat perhatian. Elemen ini tidak hanya memperbesar siluet kostum, tetapi juga melambangkan perlindungan dan keberkahan yang menjadi bagian dari filosofi Dewi Sri. Seluruh aksesori dibuat senada dengan busana menggunakan dominasi warna emas, memberikan kesan agung sekaligus sakral.
Lebih dari sekadar kostum kompetisi, karya Dibba menjadi representasi nilai luhur budaya Indonesia. Filosofi Gemah Ripah Loh Jinawi yang diangkat menggambarkan harapan akan negeri yang makmur, subur, damai, dan hidup selaras dengan alam.
Melalui interpretasi Dewi Sri dalam balutan desain kontemporer, Agnes Rahajeng membawa pesan bahwa kemakmuran sejati tidak hanya diukur dari hasil panen yang melimpah, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjaga keseimbangan antara manusia, budaya, dan lingkungan.
Di panggung Miss Supranational 2026, National Costume tersebut menjadi bukti bahwa kekayaan mitologi Nusantara dapat diterjemahkan menjadi karya fashion berskala internasional yang memadukan craftsmanship, filosofi, dan identitas budaya Indonesia dalam satu tampilan yang memukau.