Mamdani Bakal Bikin Toko Kelontong, Harga Pangan Lebih Murah 30%

Wali Kota New York, Zohran Mamdani, akan merealisasikan janji kampanyenya dengan menghadirkan jaringan toko kelontong milik pemerintah kota.

oleh Septian DenyDiterbitkan 30 Juli 2026, 18:28 WIB
Zohran Mamdani berbicara di hadapan para pendukungnya setelah meraih kemenangan dalam pemilihan wali kota New York, Selasa (4/11/2025). (Dok. AP/Yuki Iwamura) 

Liputan6.com, New York - Wali Kota New York, Zohran Mamdani, akan merealisasikan salah satu janji kampanyenya dengan menghadirkan jaringan toko kelontong milik pemerintah kota yang menawarkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih murah.

Program ini ditujukan untuk membantu warga menghadapi lonjakan harga bahan pangan, meski di sisi lain berpotensi menambah persaingan bagi toko-toko kelontong setempat yang harus menanggung biaya operasional tinggi.

Melalui program tersebut, berbagai kebutuhan pokok seperti sayuran segar, daging, produk susu, hingga bahan makanan sehari-hari akan dijual dengan potongan harga sekitar 30 persen.

Pemerintah Kota New York telah mengalokasikan anggaran modal sebesar US$ 70 juta untuk memulai pembangunan jaringan toko tersebut. Setelah beroperasi, toko-toko itu akan memperoleh subsidi dari pemerintah kota, termasuk akses ke properti dengan biaya sewa rendah atau bahkan tanpa biaya, serta bantuan untuk menekan harga penyediaan barang-barang kebutuhan pokok.

Warga Diperkirakan Bisa Hemat Hingga US$ 90 per Bulan

Jaringan toko pangan tersebut ditargetkan mulai beroperasi secara bertahap hingga 2029. Toko pertama direncanakan dibuka di wilayah Bronx pada akhir 2027, sebelum diperluas ke seluruh lima wilayah administratif Kota New York.

Pemerintah kota menyatakan lokasi toko akan dipilih berdasarkan tingkat kebutuhan masyarakat dengan menggunakan data ekonomi untuk menentukan kawasan prioritas.

Dalam lima tahun terakhir, harga bahan pangan di berbagai kota di Amerika Serikat meningkat sekitar 25 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan laju inflasi secara keseluruhan. Sementara itu, hasil jajak pendapat Sienna pada 2024 menunjukkan hampir 80 persen warga New York mengaku rutin khawatir terhadap kemampuan mereka membeli makanan.

Potongan harga sebesar 30 persen akan berlaku bagi seluruh warga tanpa memandang tingkat pendapatan. Diskon tersebut mencakup berbagai kebutuhan pokok seperti daging, makanan laut, sayuran segar, produk susu, hingga bahan makanan untuk kebutuhan dapur.

Pemerintah kota memperkirakan warga yang berbelanja di toko tersebut dapat menghemat sekitar 15 persen dari total pengeluaran belanja bulanan atau sekitar US$ 90 setiap bulan.

Harga berbagai kebutuhan pokok akan ditetapkan setiap bulan dan diperbarui secara berkala mengikuti kondisi pasar. Selain itu, toko juga akan menghadirkan merek dagang sendiri bernama NYC Groceries yang mencakup berbagai kategori produk, serupa dengan konsep yang diterapkan sejumlah peritel seperti Trader Joe's.

"Warga akan menikmati harga yang tetap sepanjang bulan. Tidak ada lagi perubahan harga setiap pekan atau kejutan saat membayar di kasir, baik bagi lansia yang hidup dengan pendapatan tetap maupun orang tua yang membutuhkan pasokan rutin makanan untuk anak-anak mereka," kata Mamdani.

Selain menyediakan bahan pangan lebih murah, pemerintah kota juga berharap program tersebut dapat membuka lebih banyak lapangan kerja. Operator toko nantinya diwajibkan mengikuti Labor Peace Agreement, yang mewajibkan penyediaan upah layak serta berbagai tunjangan bagi pekerja.

 

Konsep Serupa Pernah Diterapkan

Wali Kota New York Zohran Mamdani menyampaikan pidato dalam peringatan 250 tahun Amerika Serikat di Balai Kota New York, Jumat (3/7/2026). (Dok. Anna Connors/The New York Times via AP, Pool)

Pemerintah Kota New York akan menggandeng operator toko swasta untuk mengelola operasional harian. Pemerintah hanya akan menetapkan standar desain, pelayanan, serta kebijakan harga, sementara pengelolaan sehari-hari dilakukan oleh pihak ketiga.

Model kemitraan publik-swasta tersebut sebelumnya juga digunakan pemerintah kota dalam pembangunan perumahan terjangkau.

Meski demikian, konsep toko pangan yang didukung pemerintah bukan hal baru di New York. Saat ini kota tersebut telah memiliki enam pasar yang dikelola oleh Economic Development Corporation, sebuah organisasi nirlaba semi-publik yang mengelola aset milik pemerintah kota.

Karena memperoleh biaya sewa yang lebih rendah, toko-toko tersebut mampu menjual produk dengan harga lebih murah dibandingkan peritel swasta.

Praktik serupa juga pernah diterapkan di sejumlah wilayah lain di Amerika Serikat. Kota St. Paul di Kansas, yang hanya dihuni sekitar 600 penduduk, telah mengoperasikan toko milik pemerintah kota selama lebih dari satu dekade.

Namun, model serupa di Kansas City dan Baldwin, Florida, akhirnya ditutup karena menghadapi kendala keuangan.

Di luar pengelolaan pemerintah daerah, sejumlah pangkalan militer di Amerika Serikat juga memiliki toko kebutuhan pokok (commissary) yang menjual bahan pangan dan kebutuhan rumah tangga bebas pajak dengan harga lebih murah berkat dukungan pemerintah federal.           

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya