Kembali Gempur Iran, Trump: Kini Giliran AS Menyerang

Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan udara ke Iran setelah jeda beberapa hari.

oleh Septian DenyDiterbitkan 30 Juli 2026, 11:21 WIB
Ilustrasi. Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan udara ke Iran. (AP Photo/Ohad Zwigenberg)

Liputan6.com, Teheran - Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan udara ke Iran setelah jeda beberapa hari dan tidak melakukan serangan langsung. Serangan tersebut menghantam Pulau Qeshm, wilayah strategis Iran di dekat Selat Hormuz, yang menjadi salah satu titik penting penyimpanan aset militer Teheran.

Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim melaporkan, sedikitnya tiga ledakan terdengar di pulau tersebut. Pulau Qeshm yang berada di kawasan Teluk Persia, dekat Selat Hormuz, diketahui menjadi lokasi penyimpanan kapal serang, drone, ranjau laut, serta berbagai perlengkapan militer Iran yang digunakan untuk mengganggu pelayaran di jalur energi vital dunia.

Dalam laporan terbaru, sebuah serangan rudal juga menghantam kawasan permukiman di Pulau Qeshm.

Militer AS sebelumnya menyatakan serangan terbaru terhadap Iran dimulai pada pukul 20.00 waktu Timur Amerika Serikat atau tengah malam Kamis waktu GMT.

Dikutip dari The Guardian, Kamis (30/7/2026), Presiden AS Donald Trump sehari sebelumnya telah memberi sinyal bahwa Washington akan kembali menyerang Iran.

"Kami akan menyerang mereka dengan sangat keras, karena sekarang giliran kami untuk menyerang. Mereka tahu itu akan datang," kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval, Rabu.

Militer AS menyebut operasi tersebut sebagai "respons kuat" atas serangan Iran terhadap pasukan AS yang bermarkas di Timur Tengah sehari sebelumnya.

Pada Rabu, Iran meluncurkan rentetan rudal ke instalasi militer Amerika Serikat di Yordania. Serangan itu menjadi aksi pertama Teheran di kawasan setelah sempat terjadi jeda pertempuran.

Di hari yang sama, AS bersama Arab Saudi juga melancarkan serangan terhadap kelompok milisi yang didukung Iran di Irak. Sedikitnya 20 anggota milisi dan enam penasihat Iran dilaporkan tewas.

 

Serangan Drone Capai Mesir

Ilustrasi. Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan udara ke Iran (Kawnat HAJU/AFP)

Di tengah meningkatnya ketegangan, serangan drone juga memicu kebakaran pada dua kapal pengangkut gas alam di Pelabuhan Damietta, Mesir.

Perusahaan keamanan maritim asal Inggris, Ambrey, menyebut salah satu kapal merupakan fasilitas penyimpanan terapung milik perusahaan AS, sementara kapal lainnya merupakan kapal tanker milik Yunani.

Belum diketahui pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. Tidak ada korban luka yang dilaporkan.

Apabila terbukti dilakukan oleh Iran atau kelompok sekutunya, serangan terhadap Mesir dinilai akan memperluas konflik secara signifikan.

Saat ditanya mengenai kemungkinan keterlibatan Iran dalam serangan itu, Trump hanya menjawab singkat, "Kurang lebih masih sama."

Risiko Perang Terbuka Kembali Meningkat

Meningkatnya serangan di berbagai front setelah beberapa hari situasi relatif tenang kembali memunculkan kekhawatiran akan pecahnya perang terbuka di kawasan.

Perkembangan tersebut juga menunjukkan rumitnya upaya meredakan konflik yang telah berlangsung selama lima bulan.

Serangan gabungan AS dan Arab Saudi di Irak terjadi hanya beberapa jam setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meninggalkan Washington usai menggelar pertemuan pertamanya dengan Presiden Trump sejak keduanya meluncurkan perang terhadap Iran pada 28 Februari.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya